Sikap dan Perilaku Seorang Wirausahawan
Sikap dan Perilaku Seorang Wirausahawan
Bagaimana sikap dan perilaku seorang wirausahawan agar usahanya tetap berkibar dan mampu bersaing dengan kompetitor lainnya? Tentu saja, ada sikap dan perilaku wirausaha yang harus dijaga, dan dikembangkan. Misalnya, dalam bisnis ritel yang banyak peminatnya, seorang wirausahawan harus mampu menarik minat konsumen agar dapat memimpin pasar. Untuk itu, diperlukan sikap dan karakteristik seorang wirausahawan yang terampil agar mampu bersaing dengan wirausahaan lainnya. Apa sajakah sikap dan perilaku wirausahawan yang harus dijaga dan dikembangkan, khususnya dalam bisnis ritel? Berikut ini penjelasannya.
1. Perilaku Wirausaha
Untuk menjadi seorang wirausaha yang sukses, tentu saja ada sikap dan perilaku yang harus dijaga dan dikembangkan, arntara lain sebagai berikut.
- Mampu berpikir dan bertindak kreatif dan inovatif
- Mampu bekerja tekun, teliti dan produktif
- Mampu berkarya berlandaskan etika bisnis yang sehat
- Mampu berkarya dengan semangat kemandirian
- Mampu memecahkan masalah dan mengambil keputusan secara sistematis dan berani mengambil risiko
Baca Juga: Hakikat Kewirausahaan: Pengertian, Jenis, dan Proses Kewirausahaan
2. Karakteristik Wirausahawan
Karakteristik adalah sifat atau tingkah laku dari seseorang, sehingga dapat diartikan bahwa karakteristik wirausaha adalah sifat atau tingkah laku yang khas dari wirausahawan yang membedakannya dengan orang lain. Adapun karakteristik yang perlu dimiliki seorang wirausaha, antara lain sebagai berikut.
- Disiplin
- Komitmen tinggi
- Jujur
- Kreatif dan Inovatif
- Mandiri dan realistis
3. Keberhasilan dan Kegagalan Usaha
Wirausaha merupakan kegiatan yang berkiatan dengan risiko. Apabila seorang wirausaha dapat menghitung dan menanggulangi risiko usaha, maka bisa dikatakan bahwa usaha tersebut berhasil Namun sebaliknya, apabila seorang wirausaha gagal dalam menghitung dan menanggulangi risiko, maka usaha yang diialankannya dapat dianggap gagal. Semua wirausaha ingin agar usahanya bisa berhasil. Namun, banyak wirausahawan yang tak mengetahui faktor-faktor yang bisa memicu kegagalan dan keberhasilan usaha. Faktor-faktor apa Sajakah itu? Berikut penjelasannya.
Menurut Zimmerer (dalam Suryana, 2003: 44-45) ada beberapa faktor yang menyebabkan wirausaha gagal dalam menjalankan usahanya, yaitu sebagai berikut.
1) Tidak kompeten dalam manajerial
Tidak kompeten atau tidak memiliki kemampuan dan pengetahuan mengelola usaha merupakan faktor penyebab utama yang membuat perusahaan kurang berhasil.
2) Kurang berpengalaman
Baik dalam kemampuan mengoordinasikan, keterampilan mengelola sumber daya manusia, maupun kemampuan mengintegrasikan operasi perusahaan.
3) Kurang dapat mengendalikan keuangan
Agar usahanya dapat berhasil dengan baik, faktor yang paling utama dalam keuangan adalah memelihara aliran kas. Mengatur pengeluaran dan penerimaan secara cermat. Kekeliruan dalam memelihara aliran kas akan menghambat operasional usaha dan mengakibatkan usaha tidak lancar.
4) Gagal dalam perencanaan
Perencanaan merupakan titik awal dari suatu kegiatan, sekali gagal dalam perencanaan, maka akan mengalami kesulitan dalam pelaksanaan.
5) Lokasi yang kurang memadai
Lokasi usaha yang strategis merupakan faktor yang menentukan keberhasilan usaha. Lokasi yang tidak strategis dapat mengakibatkan usaha sukar beroperasi karena kurang efisien.
6) Kurang pengawasan
Pengawasan erat kaitannya dengan efisien dan efektivitas. Kurang pengawasan dapat mengakibatkan pelaksanaan kegiatan tidak efisien dan tidak efektif.
7) Sikap yang kurang sungguh-sungguh dalam berusaha
Sikap yang setengah-setengah terhadap usaha akan mengakibatkan usaha yang dilakukan menjadi labil dan gagal. Dengan sikap setengah hati, kemungkinan gagal akan menjadi besar.
Baca Juga: FAKTOR KEGAGALAN WIRAUSAHA YANG HARUS KAMU HINDARI
Tentu saja setiap wirausahawan mengharapkan sukses berwirausaha. Untuk itu perlu mengetahui faktor apa saja yang dapat mendorong keberhasilan wirausaha. Berikut ini faktor-faktor yang bisa menunjang keberhasilan dalam berwirausaha.
- Adanya perencanaan yang matang
- Adanya visi, misi dan dedikasi tinggi dari usaha yang dikelola
- Adanya komitmen tinggi untuk mencapai tujuan
- Adanya dana yang cukup untuk menjalankan usaha
- Adanya Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal dan teknologi tinggi
- Adanya manajemen usaha yang baik, tepat dan realistis
- Adanya faktor internal dan eksternal berupa peningkatarn barang dan jasa
- Adanya keterampilan dan pengalaman bidang usaha
- Adanya kecocokan minat terhadap usaha
- Adanya sarana dan prasarana yang lengkap sebagai penunjang usaha
Dengan adanya faktor pendorong tersebut, maka seorang wirausaha dapat menjalankan usahanya dengan lebih terarah.
Baca Juga: FAKTOR KEBERHASILAN WIRAUSAHA YANG BELUM KAMU KETAHUI
4. Kemampuan yang Harus Dimiliki Oleh Seorang Wirausahawan
Seperti halnya profesi lain, untuk menjadi seorang wirausaha sukses membutuhkan kompetensi tertentu. Dan & Bradstreet business Credit Service (1993: 1) mengemukakan 10 kompetensi yang harus dimiliki seorang wirausaha, yaitu sebagai berikut.
- Knowing your business, yaitu mengetahui usaha apa yang akan dilakukan. Dengan kata lain, seorang wirausahawan harus mengetahui segala sesuatu yang ada hubungannya dengan usaha atau bisnis yang akan dilakukan.
- Knowing the basic business management, yaitu mengetahui dasar-dasar pengelolaan bisnis, misalnya cara merancang usaha, mengorganisasi dan mengendalikan perusahaan, termasuk dapat memperhitungkan, memprediksi, mengadministrasikan, dan membukukan kegiatan-kegiatan usaha. Mengetahui manajemnen bisnis berarti memahami kiat, cara, proses dan pengelolaan semua sumber daya perusahaan secara efektif dan efisien.
- Having the proper attitude, yaitu memiliki sikap yang sempurna terhadap usaha yang dilakukannya. Dia harus bersikap seperti pedagang, industriawan, pengusaha, eksekutif yang sunggung-sungguh dan tidak setengah hati.
- Having adequate capital, yaitu memiliki modal yang cukup. Modal tidak hanya bentuk màteri tetapi juga rohani. Kepercayaan dan keteguhan hati merupakan modal utama dalam usaha. Oleh karena itu, harus cukup waktu, cukup uang, cukup tenaga, tempat dan mental.
- Managing finances effectively, yaitu memiliki kemampuan mengelola keuangan, secara efektif dan efisien, mencari sumber dana dan menggunakannnya secara tepat, serta mengendalikannya secara akurat.
- Managing time eficiently, yaitu kemampuan mengatur waktu seefisien mungkin. Artinya, harus bisa mengatur, menghitung, dan menepati waktu sesuai dengan kebutuhannya.
- Managing people, yaitu kemampuan merencanakan, mengatur, mengarahkan, mengendalikan orang-orang dalam menjalankan perusahaan.
- Statisfying customer by providing high quality product, yaitu memberi kepuasan kepada pelanggan dengan memotivasi, dan cara menyediakan barang dan jasa yang bermutu, bermanfaat dan memuaskan.
- Knowing How to Compete, yaitu mengetahui strategi/cara bersaing. Wirausaha harus dapat mengungkap kekuatan (strength), kelemahan (weaks), peluang (opportunity), dan ancaman (threat), dirinya dan pesaing. Dia harus menggunakan analisis SWOT sebaik terhadap dirinya dan terhadap pesaing.
- Copying with regulation and paper work, yaitu membuat aturan atau pedomań yang jelas tersurat, tidak tersirat.
Dengan kompetensi tersebut, seorang wirausaha dapat bersaing dan mengembangkan usahanya.
5. Presentasi Sikap dan Perilaku Wirausaha dalam Bentuk Bisnis Ritel
Membuka bisnis ritel tidaklah mudah. Perlu kiat-kiat khusus agar usaha ritel yang dikembangkan bisa maju. Tentu saja, kiat-kiat tersebut berhubungan sikap dan perilaku wirausahawan yang wajib dikuasai. Apa sajakah kiat-kiat untuk membuka usaha ritel? Berikut penjelasannya.
a. Mulailah dari skala kecil
Untuk memulai sebuah usaha sebaiknya dimulai dari skala kecil apalagi jika kita memiliki banyak eterbatasan, baik keterbatasan modal, keterbatasan jaringan, dan berbagai keterbatasan lainnya. Dengan memulai dari skala kecil, kita akan memperoleh banyak pengalaman berharga yang akan menempa sensitivitas bisnis, terutama jika berkaitan dengan bisnis ritel. Dalam menjalankan bisnis ritel, seorang wirausaha harus menjaga hubungan baik dengan supplier. Jika kita mampu menjaga hubungan baik dengan supplier, maka usaha yang dijalankan akan lebih sempurna.
b. Kecermatan dalam memperhitungkan laba
Salah satu kiat sukses usaha ritel adalah kecermatan dalam memperhitungkan laba yang ingin diraih. Mendapatkan laba kecil namun dengan omset besar akan lebih baik dibandingkan tergiur dengan mengambil laba besar namun menyebabkan lambatnya perputaran uang
c. Hindari sikap ikut - ikutan
Hindari menjalankan bisnis ritel hanya gara-gara tergiur kisah sukses seseorang. Sebagai orang yang akan menjalankan dan mengelola bisnis. Seorang wirausahawan sejati justru harus memiliki hasrat atau passion terhadap bisnis ritel. Pilih juga jenis produk yang memang diminati untuk dijalankan.
d. Berikan layanan yang memanjakan konsumen
Ketatnya persaingan bisnis ritel saat ini mendorong masalah pelayanan sebagai patokan bagi konsumen dalam memilih toko yang dipilihnya. Loyalitas konsumen sangat diperlukan agar perputaran uang tetap terjaga sehingga bisnis anda akan terus tumbuh dengan baik.
Sikap dan Perilaku Seorang Wirausahawan

Komentar
Posting Komentar