FAKTOR KEGAGALAN WIRAUSAHA YANG HARUS KAMU HINDARI
Faktor Kegagalan Wirausaha
Tidak ada wirausaha yang tidak pernah mengalami kegagalan dan wirausaha yang sukses selalu bangkit dari setiap kegagalar yang dialaminya. Apabila wirausaha itu berhenti mencoba lagi maka wirausaha tersebut telah gagal dalam usaha. Faktor kegagalan Wirausaha, yaitu sebagai berikut.
a. Tidak pernah/jarang membuat perencanaan usaha secara tertulis
Apapun usaha Anda, rencanakan dengan baik. Banyak usaha yang tiba-tiba tutup dikarenakan tidak mempunyai perencanaan yang jelas. Keuntungan membuat rencana usaha, antara lain:
- Sebuah rencana usaha akan membuat energi Anda terpusat pada satu tekad untuk mewujudkannya dengan segala upaya.
- Dapat mengukur kinerja usaha Anda.
- Menjadi pedoman dalam langkah-langkah usaha.
- Dengan rencana usaha, Anda bisa mencari rekan bisnis dan investor karena punya perencanaan ke depan.
b. Usaha yang dijalankan bertentangan dengan pendidikan, latar belakang, pengalaman, ataukesukaan wirausaha
Usaha itu seperti pasangan jiwa, sehingga bila hati dan diri Anda tidak cocok dengan jenis usahanya sudah pasti terjadi penolakan dari dalam hati dan pikiran Anda. Semakin cocok diri Anda dengan usaha Anda, maka rasa senang itu akan muncul dan akan melakukannya dengan senang hati. Kreativitas bisa muncul dengan sendirinya bila Anda mencintai pekerjaan Anda.
c. Lokasi yang tidak tepat untuk usaha
Usaha membutuhkan lokasi dengan tingkat lalu lintas (trafic) yang tinggi sehingga nama usaha Anda cepat dikenal, diketahui pelanggan, dan akan semakin populer. Lokasi adalah salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan usaha. Pemilihan lokasi yang baik adalah sebagai berikut.
- Dengan tingkat lalu lintas yang tinggi. Semakin ramai lalu lintasnya, maka potensi berkembangnya semakin tinggi.
- Di tempat kerumunan (crowded place) karena peluang tumbuh akan muncul disaat keramaian itu ada seperti mall atau pasar.
- Memiliki lahan parkir yang luas.
- Daerah yang terkenal.
- Kecenderungan ramai dan bagus.
- Mudah dilihat dan diakses orang.
d. Tidak memiliki specialist person (karyawan yang ahli)
Setiap usaha itu pasti mengandung unsur specialist person (Karyawan yang memiliki keahlian tertentu) yang menjadi faktor penentu kualitas dan perkembangan perusahaan. Contoh:
Restoran = Koki sebagai spesialis
Sekolah = Guru sebagai spesialis
Bimbingan belajar = Guru sebagai spesialis
Bengkel = Montir sebagai spesialis
Rumah sakit = Dokter sebagai spesialis
Baca Juga: TUJUAN, PERKEMBANGAN, DAN RUANG LINGKUP KEWIRAUSAHAAN
e. Perencanaan usaha tidak berorientasi ke depan
Usaha memerlukan perencanaan usaha yang berorientasi ke depan, baik perencanaan jangka panjang atau jangka pendek. Visi dan misi ke depan akan menentukan arah gerak pertumbuhan perusahaan. Itulah pentingnya sebuah tujuan (goal) yang akan membentuk seperti apa usaha Anda ke depan.
f. Tidak melakukan riset dan analisa pasar
Setiap usaha membutuhkan riset/penelitian dan analisa pasar. Usaha yang tidak melakukan riset berarti usaha yang asal- asalan atau cenderung nekat sehingga mudah sekali jatuh karena tidak ada link (hubungan) dengan pasarnya, dan ini tentu sulit berkembang.
g. Masalah legalitas dan perijinan
Usaha juga memerlukan ijin dan legalitas, baik itu ijin usaha, ijin domisili, SIUP (Surat Ijin Usaha Perusahaan), atau HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) seperti merek dan nama perusahaan. Bila tidak ada legalitas dan perijinan, usaha Anda suatu saat dapat disegel dan dilarang beroperasi, hal ini tentu membahayakan.
h. Tidak kreatif dan inovatif
Innovative or die (mencari sesuatu yang baru atau usaha Anda akan mati) pasti akan ditawarkan oleh pasar kepada usaha Anda. Kesulitan, hambatan, cobaan, tantangan dan kegagalan akan Anda hadapi setiap saat. Jadi, bila Anda ingin tetap bertahan maka Anda harus kreatif dalam mengatasi masalah yang ada menjadi sebuah manfaat dan harus inovatif agar usaha Anda memiliki ciri khas, keunikan, nilai tambah, perbedaan (difjerentiation) yang jelas dari pesaing dan juga akan membuat bisnis Anda mudah diingat oleh pelanggan. Dengan demikian, kreativitas dan inovasi merupakan cara jitu untuk keluar dari tekanan persaingan.
i. Cepat puas diri
Hindari rasa cepat berpuas diri karena menurut kata-kata bijak "pesaing itu tidak pernah tidur".
j. One man show or the boss (dominan)
Banyak wirausaha yang bermental bossy (seorang bos) yang cenderung one man show (saya adalah segala-galanya). Dalam proses pengambilan keputusan, tidak ada yang berani mengganggu gugat. Karyawan harus menuruti perintah, bukan diajak bekerja sama. Tipe ini biasanya otoriter, merasa tidak pernah salah, dan bila ada masalah biasanya seperti kebingungan atau panik sehingga dalam mengatasi masalah tidak mencari inti permasalahannya dan mencari jalan keluarnya. Sehingga banyak karyawan yang demotivasi1, semangat kerja keras menurun, bekerja hanya jika ada atasan dan santai jika atasan tidak ada, dan bila ada masalah tidak ada yang bersedia bertanggung jawab. Usaha yang ditangani oleh pemimpin tipe ini akan mengalami banyak kendala sehingga tingkat kegagalannya cenderung tinggi.
k. Anggota keluarga ikut masuk ke dalamnya
Perusahaan keluarga memang memiliki kelemahan terutamna bila istri/suami masuk kedalam proses operasional dan ikut dalam pengambilan keputusan. Jadi tampak tidak jelas lagi dan kegagalan sering menghinggapi usaha yang mempunyai masalah ini.
l. Kesulitan keuangan
Ini yang sebagian besar menghinggapi dan menjadi faktor kegagalan wirausaha, karena adanya masalah keuangan berarti energi sebuah bisnis juga bermasalah sehingga berdampak pada moral karyawan. Contoh masalah keuangan:
- Masalah piutang macet yang terlalu besar sehingga aliran kas uang masuk mengalami masalah.
- Masalah pendapatan (omzet) yang tidak tumbuh, sedangkan biaya terus bertambah sehingga menyebabkan masalah pada arus kas (cash flow) perusahaan.
- Masalah biaya usaha yang terlalu besar dan tidak efisien.
- Pendapatan (omzet) yang menurun drastis.
- Terlalu banyak investasi pada gedung, kendaraan, rumah, dan lain-lain yang sulit dijual kembali bila dibutuhkan.
- Masalah korupsi, manipulasi dan sistem pengendalian keuangan yang tidak rapi dan sistematis.
- Uang pribadi yang dijadikan satu dengan uang perusahaan.
Baca Juga: SIKAP, PERILAKU, DAN KETERAMPILAN YANG PERLU DIMILIKI OLEH WIRAUSAHA
m. Terjadi bencana (force majeure)
Kegagalan usaha disebabkan karena beneana, baik itu bencana alam seperti gempa bumi yang dapat merobohkan tempat usaha Anda, banjir, dan tanah longsor, ataupun bencana yang disebabkan oleh kelalaian manusia seperti kebakaran yang menghanguskan sebuah pabrik mebel. Menurut Karakaya dan Kobu (1994), identifikasi penyebab kegagalan wirausaha dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu sebagai berikut.
a. Berkaitan dengan pasar
- Waktu peluncuran produk kurang tepat.
- Desain produk yang tidak disesuaikan dengan kebutuhan pasar.
- Tidak mengikuti selera pasar.
- Strategi distribusi yang tidak tepat.
- Kemasan produk dan kualitasnya tidak sesuai dengan target pasarnya.
b. Berkaitan dengan aspek keuangan
- Harga terlalu mahal dan tidak terjangkau oleh pasar.
- Aliran dana (cash flow) tidak lancar.
- Piutang macet terlalu besar.
- Hutang perusahaan terlalu besar dan tidak bisa mengembalikan kredit atau membayar beban bunga.
c. Berkaitan dengan manajemen
- Manajemen kualitas yang buruk.
- Lemah dalam manajemen.
- Konsep tim tidak dibangun dengan baik.
- Lemah dalam proses produksi.
kata kunci: faktor kegagalan wirausaha
Komentar
Posting Komentar