Hakikat Kewirausahaan: Pengertian, Sumber Dana, Jenis, dan Proses Kewirausahaan
Hakikat Kewirausahaan
Kita sering mendengar kata kewirausahaan, apa sebenarnya arti dari kata kewirausa aan itu sendiri? Kewirausahaan adalah merancang dan menjalankan suatu usaha. Seorang wirausahawan adalah seseorang yang memiliki usaha kecil yang menawarkan produk berupa barang atau jasa. Orang-orang yang berkecimpung di bidang kewirausahaan disebut dengan wirausaha. Namun, pada tahun 2000-an, pengertian kewirausa haan mengalami perkembangan makna menjadi kemampuan untuk, melihat peluang dan mewujudkannya menjadi sebuah usaha. Untuk mengetahui lebih jauh lagi arti kata kewirausahaan, mari kita simak pengertian kewirausahaan dari para ahli.
1. Pengertian Kewirausahaan
Berikut ini pengertian kewirausahaan menurut para ahli.
a. Richard Cantillon (1775)
Richard Cantillon mengemukakan pendapatnya, bahwa kewirausahaan adalah seseorang yang bekerja sendiri (self-employment). Seorang wirausahawan membeli barang saat ini pada harga tertentu dan menjualnya pada masa yang akan datang dengan harga tidak menentu. Jadi, definisi ini lebih menekankan pada bagaimana seseorang menghadapi resiko atau ketidakpastian.
b. Jean Baptista Say (1816)
Menurut Jean Baptista Say, seorang wirausahawan adalah agen yang menyatukan berbagai alat-alat produksi dan menemukan nilai dari produksinya.
c. Ahmad Sanusi
Menurut Ahmad Sanusi, kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku dasar tujuan, trik, taktik, tenaga penggerak, proses, dan hasil bisnis.
d. Soeharto Prawiro
Soeharto Prawiro mendefinisikan kewirausahaan sebagai suatu nilai yang diperlukan untuk memulai sebuah usaha dan pengembangan usaha.
e. Raymond
Menurutnya kewirausahaan adalah seseorang yang. inovatif, kreatif, dan mampu mewujudkan kreativitasnya untuk nmeningkatkan kesejahtęraan diri, lingkungan, dan masyarakat.
Dari berbagai pendapat para ahli tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa kewirausahaan erat kaitannya dengan nilai, sikap, kreativitas untuk meningkatkan kesejahteraan diri maupun masyarakat. Untuk mewujudkan impian menjadi seorang wirausahawan, tentu saja dibutuhkan berbagai cara yang tepat, salah satunya mengenai sumber dana.
2. Sumber Pendanaan dalam Praktik Kewirausahaan
Dalam melakukan kegiatan kewirausahaan, seorang wirausaha harus mengetahui dari mana sumber dana yang dapat digunakan untuk menunjang usahanya. Dengan pendanaan yang baik, seorang wirausaha dapat mempertahankan dan mengembangkan usahanya. Aspek keuangan adalah hal dasar dalam kegiatan kewirausahaan. Terdapat beberapa jenis sumber pendanaan dalam kegiatan kewirausahaan, di antaranya sebagai berikut.
a. Pendanaan dengan Bootstrapping
Bootstrapping adalah bentuk pendanaan mandiri. Jadi, seorang wirausaha tidak memakai pendanaan dari luar, seperti investor. Pendanaan bootstrapping memang memberikann risiko yang besar bagi para wirausahawan. Namun, mereka menjadi lebih bebas dalam mengembangkan usaha mereka. Contohnya, Dell dan Facebook merintis usahanya dari pendanaan mandiri atau Bootstrapping dan saat ini perusahaan yang mereka rintis menjadi perusahaan raksasa.
b. Pendanaan Eksternal
Tidak selamanya metode bootstrapping bisa menjadi modal utama perusahaan. Ada kalanya suatu perusahaan membutuhkan bantuan pihak luar agar perusahaannya terus berjalan. Untuk itulah pendanaan luar dibutuhkan. Berikut ini jenis-jenis pendanaan luar yang bisa digunakan untuk membiayai perusahaan.
1) Investor Malaikat
Angel investor atau investor malaikat adalah investor yang menginvestasikan dana pribadi mereka sendiri ke dalam bisnis yang berpotensi menguntungkan. Berbeda dengan Venture Capital yang memang butuh publisitas, Angel Investor menggunakan uang pribadi mereka sendiri sehingga mereka tidak suka dengan publisitas. Berikut ini ciri dari Angel Investor menurut The Business Angel.
- Investor individual;
- Berinvestasi pada startup atau bisnis tahap awal, serta perusahaan yang sudah mapan;
- Dana investasi kurang dari USD $1 juta;
- Dapat turun campur tangan ataupun tidak.
2) Venture Capitalist
Menurut National Venture Capital Association, Venture Capitalist merupakan investor-investor profesional yang mengkhususkan diri dalam bidang pendanaan dan membangun usaha baru. Venture Capitalist adalah investor jangka panjang yang secara aktif bekerja sama dengan tim manajemen usaha tempat mereka berinvestasi. Venture Capitalist menggunakan uang orang lain, yaitu uang para investor yang menginvestasikan uang mereka untuk berinvestasi diperusahaan-perusahaan baru. Berikut ini ciri dari Venture Capital menurut The Business Angel.
- Dalam bentuk perusahaan;
- Jarang tertarik pada bisnis tahap awal, kecuali sangat menarik;
- Dana investasi USD $1 juta atau lebih;
- Perlu terlibat dalam manajemen.
3) Pengelola Investasi Global
Pengelola investasi global atau lazim disebut dengan hedge fund adalah perusahaan yang mengelola investasi dari para nasabah. Dana investasi tersebut nantinya akan diinvestasikan lagi kepada usaha-usaha yarng dirasa menguntungkan. Manajer investasi sebagai pengelola dana mempunyai kebebasan penuh dalam mengelola dana investasi para nasabah.
3. Proses Kewirausahaan
Untuk berwirausaha tentu harus ada tahapannya. Secara umum seorang wirausaha akan melalui tahap-tahap berikut dalam membangun usahanya.
a. Tahap Memulai
Tahap memulai merupakan tahap saat seseorang yang berniat untuk melakukan usaha mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan. Tahap ini, diawali dengan melihat peluang usaha, seperti apakah membuka usaha baru, melakukan akuisisi perusahaan lain, atau melakukan usaha franchising. Selain itu, tahap ini pun dimulai dengan memilih jenis usaha yang akan dilakukan, seperti usaha di bidang pertanian, industri, manufaktur, produksi ataupun jasa.
b. Tahap Melaksanakan Usaha (Tahap Jalan)
Pada tahap ini seorang wirausahawan mengelola berbagai aspek yang terkait dengan usahanya, seperti aspek pembiayaan, sumber daya manusia (SDM), kepemilikan, organisasi, dan kepemimpinan yang meliputi bagaimana mengambil risiko dan mengambil keputusan, pemasaran, dan melakukan evaluasi.
c. Mempertahankan Usaha
Tahap ini merupakan tahap saat wirausahawan melakukan analisis perkembangan usaha berdasarkan hasil yang telah dicapai untuk kemudian ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi yang dihadapi.
d. Mengembangkan Usaha
Tahap mengembangkan usaha merupakan tahap saat hasil yang diperoleh tergolong positif atau mengalami perkembangan atau dapat bertahan. Dengan demikian, perluasan usaha menjadi salah satu pilihan yang mungkin diambil.
Proses kewirausahaan diawali dengan adanya inovasi. Inovasi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang berasal dari pribadi maupun di luar pribadi. Faktor yang berasal dari pribadi, antara lain faktor pendidikan, sosiologi, organisasi, kebudayaan dan lingkungan. Faktor-faktor tersebut membentuk locus of control, kreativitas, keinovasian, implementasi, dan pertumbuhan yang kemudian berkembang menjadi wirausaha yang besar. Sedangkan faktor yang berasal dari luar pribadi, antara lain adanya model peran, aktivitas, dan peluang. Oleh karena itu, inovasi berkembang menjadi kewirausahaan melalui proses yang dipengaruhi lingkungan, organisasi dan keluarga.
Baca Juga: FAKTOR KEGAGALAN WIRAUSAHA YANG HARUS KAMU HINDARI
4. Jenis-jenis Kewirausahaan
Steve Blank membagi kewirausahaan menjadi beberapa bagian, yakni sebagai berikut.
a. Kewirausahaan Bisnis Kecil
Kewirausahaan dengan usaha kecil sekarang ini makin menjamur di Indonesia. Tentu saja hal ini sangat menggembirakan, mengingat kewirausahaan merupakan salah satu bentuk kemandirian. Namun, perlu diketahui bahwa kewirausahaan dengan usaha yang kecil harus dijalankan dengan telaten dan hati-hati agar tidak layu sebelum berkembang.
b. Usaha Rintisan
Berbeda dengan kewirausahaan bisnis kecil, para wirausaha dengan usaha rintisan tahu bahwa usaha yang mereka jalankan suatu saat akan mengubah wajah dunia. Usaha mereka akan menarik para investor untuk mengucurkan dana dengan jumlah yang fantastis. Mereka menyewa pekerja terbaik. Tugas pekerja-pekerja tersebut adalah membuat inovasi. Setelah mereka menemukan inovasi yang pas, mereka akan tokus kepada inovasi tersebut sehingga para investor te tap akan mengucurkan dana mereka.
c. Usaha Besar
Usaha besar memiliki siklus hidup yang terbatas. Usaha besar akan tetap berkembang selama mereka terus mengembangkan inovasi, dan menawarkan produk baru yang bervariasi Ada hal-hal yang harus dipertahankan wirausaha yang bisnisnya sudah besar, antara lain perubahan selera konsumern, teknologi baru, tata ukur, dan kompetitior baru, karena hal tersebut dapat memengaruhi naik turunnya suatu usaha yang sudah besar.
d. Kewirausahawan Sosial
Wirausaha sosial adalah para inovator yang menciptakan produk dan Jasa yang dapat memenuhi kebutuhan sosial. Namun, wirausahawan sosial memiliki cita-cita bahwa usaha yang dibangunnya dapat membantu dunia menjadi tempat yang lebih baik. Usaha-usaha dalam kewirausa hawan sosial bisa berwuind usaha non-profit, usaha biasa, atau gaburngan dari keduanya.

Komentar
Posting Komentar