Menyajikan Desain Prototipe Kemasan Produk
Menyajikan Desain Prototipe Kemasan Produk
Apa yang dimaksud dengan desain? Desain merupakan seluruh proses pemikiran dan perasaan yang akan menciptakan sesuatu dengan menggabungkan fakta, konstruksi, fungsi dan estetika untuk memenuhi kebutuhan manusia. Desain adalah konsep pemecahan masalah rupa, warna, bahan, teknik, biaya, kegunaan dan pemakaian yang diungkapkan dalam gambar dan bentuk. Sedangkan kemasan produk merupakan tempat atau wadah yang bertungsi untuk melindungi produk dari benturan dan cuaca.
Penampilan yang baik dari kemasan dapat meningkatkan penjualan dari produk yang dikemas. Kemasan yang baik tentunya harus didukung oleh pemilihan material, bentuk, warna, teks, dan grafis yang tepat. Material yang digunakan untuk membuat kemasan beragam bergantung dari produk yang akan dikemas. Misalnya, untuk produk elektronika harus dipilih kemasan yang kuat.
Selain kemasan yang baik, promosi atas produk yang ditawarkan juga merupakan hal yang penting. Promosi dari produk sangat erat kaitannya dengan perilaku saingan dan perilaku konsumen. Banyak metode promosi yang dapat dilakukan, seperti promosi melalui media massa, papan di jalanan, dan ini terutama dilakukan apabila produsen ingin memperkenalkan produk barunya.
Untuk promosi setelah produk tersebut dikenal oleh konsumen, maka pengemasan produk memegang peranan yang penting. Berdasarkan pengamatan, banyak konsumen memilih satu jenis produk setelah melihat kemasannya. Hal ini dapat terjadi jika kemasan tersebut memberikan informasi yang cukup bagi calon pembeli, serta mempunyai desain yang menarik pembeli. Desain kemasan yang menarik, biasanya diperoleh setelah melaĆui penelitian yang cukup panjang mengenai selera konsumen, yang kemudian diterjemahkan dalam desain grafis cetakan. Desain yang baik tergantung pada keahlian desainer, jenis tinta, bahan dan mesin pencetak.
Perkembangan industri yang pesat menyebabkan kemasan menjadi faktor yang penting dalam pengangkutan dan penyimpanan barang-barang sesuai dengan perkembangan pasar lokal menjadi pasar nasional bahkan internasional. Pendapatan atau kemakmuran yang berkembang seiring dengan perkembangan industri, pada akhirnya menyebabkan konsumen dihadapkan pada pilihan yang beragam dari produk-produk yang bersaing untuk menmperebutkan pasar. Hal ini mendorong pengusaha untuk memengaruhi pilihan konsumen, yaitu dengan memperkenalkan konsep branding untuk membangun personalitas produk yang dapat dikenali konsumen.
Brand atau merk adalah nama, simbol, desain grafis atau kombinasi di antaranya untuk mengidentifikasi produk tertentu dan membedakannya dari produk pesaing. Nama brand yang dicetak dalam kemasan dapat menunjukkan citra produsen dan kualitas produk tertentu. Saat ini fungsi kemasan tidak hanya sebagai wadah untuk produk, tetapi sudah bergeser menjadi alat pemasaran. Pasar swalayan dan supermarket juga sudah berkembang dengan pesat, sehingga desain grafis pada kemasan produk juga semakin berkembang. Hal ini disebabkan karena pada pasar swalayan, kemasan dapat berfungsi sebagai wiraniaga diam yang dapat menjual suatu produk, dan perbedaan dalam bentuk dan dekorasi kemasan berpengaruh besar terhadap penjualan.
1. Penyajian Desain Kemasan
Pengemasan (packaging) merupakan proses yang berkaitan dengan peran cangan dan pembuatarn wadah untuk suatu produk. Kemasan yang dibuat sedermikian rupa dapat menambah daya tarik, sehingga menaikkan nilai jual produk tersebut. Untuk itu ada hal-hal yang perlu diperhatikan pada penyajian desain sebuah kemasan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyajian desain kemasan, antara lain sebagai berikut.
- Mampu melindungi produk dari benturan dan cuaca
- Memberikan kemudahan saat membawanya
- Memiliki daya tarik bagi calon pembeli
- Menampilkan produk yang siap jual
- Informatif darn komunikatif
- Bermanfaat dalam pemakaian ulang
Baca Juga: Konsep Prototipe: Pengertian, Kategori, dan Manfaat Prototipe
2. Tahap Desain Kemasan Produk
Desain kemasan merupakan suatu rancangan atas kemasan pada suatu produk tertentu yang dilakukan sebagai upaya peningkatan dan syarat produksi yang mendukung pemasaran suatu produk. Proses desain harus memperhitungkan aspek fungsi, estetik dan berbagai macam aspek lainnya, yang biasanya datanya didapatkan dari riset, pemikiran, brainstorming, maupun dari desain yang sudah ada sebelumnya. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat sebuah desain kemasan, antara lain sebagai berikut:
a. Melakukan Survey
Melakukan survey terlebih dahulu, terutama untuk mengenal konsep desain kompetitor, dan seberapa pengaruh desain kompetitor terhadap penjualan produk. Bisa juga dengan membuat panelis dan polling untuk mengetahui sebarapa kuat kompetisi antara konsep desain produk kita dengan kompetitor. Dari hasil survey ini desainer akan mampu menciptakan konsep desain kemasan yang bisa bersaing.
b. Membuat Konsep
Membuat konsep desain kemasan menjadi beberapa alternatif. Hal ini dimaksudkan agar mengetahui desain kemasan mana yang lebih diminati oleh konsumen. Pilihan terbanyak terhadap salah satu konsep meniadi indikasi karakter konsumen terhadap produk yang akan dikemas nantinya.
c. Membuat Desain
Membuat desain kemasan yang unik, memiliki ciri khas, dan menarik. Jangan pernah menjiplak desain kemasan produk lain yang sejenis. Usahakan untuk menciptakan desain kemasan produk yang belum dipakai oleh produk lain, sehingga produk yang ditawarkan memberikan kesan lebih menarik dan lebih unik dibanding kan produk lain dengan jenis usaha yang sama.
d. Penyesuaian Desain dengan Isi
Desain kemasan harus disesuaikan dengan isi. Artinya, desain kemasan yang dirancang harus mengacu kepada jenis dan karakter produk yang akan dikemas. Sehingga jangan sampai terjadi desain kemasan tidak memberikan corak produknya. Misalnya, desain kemasan dodol berbeda dengan konsep desain sabun mandi, sehingga kewajiban desainer memperkuat persepsi ini.
e. Penyesuaian Desain dengan Karakter Konsumen
Desain kemasan harus disesuaikan dengan karakter konsumen. Artinya, seorang desainer kemasan harus pandai menganalisa kelompok segmen produk yang akan dikemas. Dengan demikian, desain kemasan yang dibuat bukan hanya pada bagus atau tidaknya dari sisi gratisnya, tapi bagaimana desain yang diciptakan tersebut selaras dengan sasaran pasar yang dibidik, sehingga calon konsumen tidak merasa asing dengan desain kemasan yang dibuat. Membuat desain kemasan produk sesuai dengan target pasarnya, bisa dibedakan berdasarkan umur konsumen, maupun jenis kelamin konsumen, kelas harga penjualan, dan budaya daerah.
Baca Juga: Hak Kekayaan Industri: Hak Paten dan Merek
Selain hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membuat desain kemasan produk, terdapat juga tahapan dalam membuat desain kemasan produk. Berikut adalah tahap-tahap dalam desain kemasan produk.
Fase 0: perencanaan produk
Kegiatan perencanaan sering dirujuk sebagai "zero fase" karena kegiatan ini mendahului persetujuan proyek dan proses peluncuran pengeinbangan produk aktual.
Fase 1: pengembangan konsep
Pada fase pengembangan konsep, kebutuhan pasar target diidentifikasi, alternatif konsep-konsep produk dibangkitkan dan dievaluasi, dan satu atau lebih konsep dipilih untuk pengembangan dan percobaan di lebih jauh.
Fase 2: perancangan tingkat sistem
Fase perancangan tingkat sistem mencakup definisi arsitektur produk dan uraian produk menjadi subsistem-subsistem serta komponen-komponen.
Fase 3: perancangan detail
Fase perancangan detail mencakup spesifikasi lengkap dari bentuk, material, dan toleransi-toleransi dari seluruh komponen unik pada produk dan identifikasi seluruh komponen standar yang dibeli dari pemasok.
Fase 4: pengujian dan perbaikan
Fase pengujian dan perbaikan melibatkan konstruksi dan evaluasi dari bermacam macam versi produksi awal produk.
Fase 5: produksi awal
Pada fase produksi awal, produk dibuat dengan menggunakan sistem produksi yang sesungguhnya. Tujuan dari produksi awal ini adalah untuk melatih tenaga kerja dalam memecahkan permasalahan yang timbul pada proses produksi sesungguhnya. Peralihan dari produksi awal menjadi produksi sesungguhnya biasanya tahap demi tahap. Pada beberapa titik pada masa peralihan ini, produk diluncurkan dan mulai disediakan untuk didistribusikan.
Dengan memerhatikan hal-hal yang dapat mendukung tampilan desain kemasan produk, diharapkan produk yang ditawarkan akan menarik minat konsumen dan memuaskan konsumen.
Menyajikan Desain Prototipe Kemasan Produk

Komentar
Posting Komentar