Konsep Prototipe: Pengertian, Kategori, dan Manfaat Prototipe

 

Konsep Prototipe: Pengertian, Kategori, dan Manfaat Prototipe - Toko Ilmuu

Konsep Prototipe

Dalam kewirausahaan istilah prototipe dan kemasan produk, merupakan dua istilah yang saling melengkapi. Keduanya merupakan hal yang sangat penting dalam sebuah produksi. Tanpa adanya prototipe  dan kemasan produk, maka laju produksi sebuah perusahaan akan menjadi terhambat. Akibatnya dapat menyebabkan  kebangkrutan perusahaan tersebut. Namun, pembuatan prototipe dan kemasan produk secara berlebihan juga akan merugikan perusahaan karena biasanya prototipe dan kemasan produk akan menelan biaya yang sangat besar. Oleh sebab itu, pembuatan produk kemasan dan prototipe harus memiliki standar tertentu.


1. Pengertian Prototipe

Apa yang dimaksud dengan prototipe? Kata prototype berasal dari Bahasa Yunani yang berarti "bentuk primitif". Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) prototipe diartikan sebagai model yang mula-mula (model asli) yang menjadi contoh; contoh baku; contoh khas. Prototipe merupakan contoh yang mewakili sebuah model suatu produk. Prototipe berfungsi sebagai alat uji suatu konsep atau proses suatu produk sebelum produk tersebut diperbanyak dan dilempar ke pasaran. Prototipe biasanya digunakan sebagai alat evaluasi atas desain baru yang dibuat oleh suatu perusahaan, yang kemudian prototipe tersebut dianalisis secara sistematis.

Bisa dikatakan bahwa prototipe adalah penyajian data berbasis praktik, bukan teori. Prototipe adalah perwujudan dari teori menjadi suatu produk berbentuk fisik. Prototipe sebuah produk (purwa rupa produk) merupakan bentuk dasar dari sebuah produk. Membuat prototipe sebuah produk merupakan tahapan sangat penting dalam perencanaan pembuatan sebuah produk. Mengapa demikian? Karena hal ini menyangkut keunggulan suatu produk. Tentu saja hal ini akan menentukan kemajuan suatu usaha. Dalam sebuah perusahaan, perancangan prototipe merupakan langkah yang terdapat di antara formalisasi dan evaluasi sebuah ide.

Baca Juga: Cara Membangun Merek Dagang


2. Kategori dalam Prototipe

Kata prototipe dan model sering digunakan secara bersamaan, karena bisa dikatakan bahwa prototipe merupakan model suatu produk. Oleh sebab itu, dengan mengetahui penggolongan prototipe menurut fungsinya akan sangat membantu kita dalam membuat sebuah prototipe sebuah produk. Berikut ini merupakan kategorisasi prototipe menurut fungsinya.

a. Prototipe sebagai pembuktian teori

Prototipe berfungsi sebagai pembuktian sebuah teori. Artinya, prototipe jenis ini berfungsi untuk menguji suatu desain atau teori. Biasanya prototipe jenis ini digunakan di bidang arsitektur untuk pengujian mekanis sebuah produk arsitektur. Umumnya, prototipe sebagai pembuktian teori dimaksudkan untuk memberi informasi mengenai kelebihan atau kekurangan desain yang dibuat.


b. Protipe bentuk

Prototipe bentuk dibuat dengan maksud untuk memberikan informasi mengenai tampilan sebuah produk, Biasanya prototipe jenis ini dibuat menggunakan tangan atau mesin, sehingga biayanya lebih murah. Prototipe bentuk hanya digunakan untuk memberikan umpan balik bagi produsen mengenai bentuk umum dalam suatu barang.


c. Prototipe visual

Prototipe visual merupakan prototipe yang dibuat sesuai dengan tampilan, nuansa, material, dan dimensi produk asli. Prototipe jenis ini tidak dimaksudkan untuk penggunaan sebenarnya, hanya digunakan untuk uji akhir suatu produk. Prototipe visual sering digunakan sebagai model palsu (dummy) di pameran. Meskipun demikian, ulasan lengkap tentang produk yang bersangkutan disertakan dalam prototipe visual.


d. Prototipe fungsional

Prototipe fungsional memiliki komponen yang hampir mirip dengan komponen sebenarnya, tidak seperti prototipe visual dan prototipe bentuk.Saking miripnya, komponen dalam prototipe fungsional dapat digunakan untuk menguji suatu produk dalam penggunaan sebenarnya. Yang menjadi perbedaan antara prototipe fungsional dengan produk asli, yaitu biaya prototipe fungsional dibuat dengan biaya yang murah. Proses produksi yang digunakan dalam membuat prototipe sangat berbeda dengan proses produksi produk asli. Bahan yang digunakan untuk pembuatan prototipe biasanya lebih murah daripada produk asli.


3. Manfaat Prototipe

Sebuah prototipe dibuat pasti memiliki manfaat tertentu bagi perusahaan. Bagaimanapun juga kualitas suatu produk berkaitan erat dengan kualitas pelanggan. Untuk itu, prototipe produk menjadi sebuah hal yang penting bagi suatu perusahaan. Berikut adalah keuntungan-keuntungan dalam menerapkan prototipe dalam pengujian suatu produk:

a. Prototipe dapat digunakan sebagai alat uji dan penyempurnaan desain produk.

Mungkin ide kita akan bekerja dengan "sempuma dalam aspek teori. Namun, ketika kita mulai mewujudkannya secara fisik, maka kita akan menemukan kekurangan dalam barang yang kita buat. Itulah sebabnya prototipe dapat digunakan untuk menguji fungsionalitas ide kita. Kita tidak akan pernah tahu apa yang salah dengan ide yang kita ciptakan sampai kita mengeksekusinya menjadi bentuk yang nyata.


b. Prototipe berfungsi untuk menguji kualitas dan penampilan berbagai jenis bahan.

Misalnya, kita mungkin lebih tertarik menggunakan bahan logam sebagai bahan utama produk kita. Namun, ketika kita mengadakan pengujian dengan prototipe, kita sadar bahwa bahan plastik memiliki kualitas dan tampilan yang lebih baik, serta memiliki beban biaya lebih rendah bagi produk yang kita buat. Dengan prototipe, kita akan dapat membuat produk dengan bahan yang lebih efektif, dan biaya yang lebih efisien.


c. Prototipe merupakan alat bantu deskripsi sebuah produk.

Untuk menawarkan sebuah produk, apalagi produk yang baru dan belum dikenal konsumen, seorang wirausaha membutuhkan alat bantu yang dapat menjelaskan tentang bagaimana kualitas produk baru tersebut. Dengan adanya prototype, maka seorang wirausaha akan lebih mudah mendeskripsikan produk tersebut.


d.  Prototipe dapat membuat orang lain menganggap serius bisnis kita

Dengan membuat prototipe, mitra bisnis kita akan menganggap bahwa kita serius dengan bisnis yang kita buat.

Baca Juga: Hak Kekayaan Industri: Hak Paten dan Merek


4. Menentukan Konsep Desain Prototipe

Sebelum kegiatan menentukan konsep pembuatan prototipe desain produk, kita harus mengetahui metode-metode dalam konsep desain prototipe. Berikut merupakan penjelasan mengenai metode dalam desain prototipe.

a Prototipe kertas

Prototipe kertas adalah pembuatan prototipe yang dilakukan di atas sebuah kertas. Tujuannya untuk mendapatkan informasi pada desain awal produk. Prototipe kertas dapat memberikan informasi dalam proses awal pembuatan desain, sehingga kita mengetahui apakah kita menuju ke arah yang benar atau salah. Kita dapat menentukan kecocokan konsep desain sebelum melakukan pekerjaan utama dan sebelum tim desain terpaku pada satu produk khusus. Salah satu kelemahan prototipe kertas, yaitu sulit untuk diterapkan dalam dunia nyata. Namun, hal tersebut dapat dimaklumi karena prototipe kertas hanya digunakan pada awal-awal pembuatan desain produk.


b. Prototipe cepat

Rapid prototyping atau prototipe cepat dapat menjadi alat untuk menguji dan mengomunikasikan desain yang sedang dikembangkan. Pada dasarnya prototipe merupakan model produk yang terus mengalami pengembangan. Oleh sebab itu, semakin sesuai suatu prototipe dengan produk akhir, maka makin efektif pengujian dalam suatu prototipe. Salah satu media yang biasa digunakan dalam rapid prototype adalah kertas (Snyder 2003). Mengapa kertas? Karena kertas adalah bahan yang murah dan tidak membutuhkan banyak keahlian khusus.


Konsep Prototipe: Pengertian, Kategori, dan Manfaat Prototipe

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kumpulan Soal Pilihan Ganda dan Kunci Jawaban Administrasi Perkantoran Kelas X Evaluasi Bab 3 Manajemen Perkantoran

ASAS-ASAS MANAJEMEN PERKANTORAN SERTA KEKURANGAN DAN KELEBIHANNYA

Kumpulan Soal Pilihan Ganda dan Kunci Jawaban Buku Otomatisasi Tata Kelola Kepegawaian Kelas XI Evaluasi Bab 6 Sumpah/Janji Pegawai