Cara Membangun Merek Dagang
Cara Membangun Merek Dagang
Seperti sudah dibahas di depan bahwa merek merupakan sesuatu yang penting bagi pemilik usaha. Oleh sebab itu, merek harus dilindungi agar tidak merugikan pihak pengusaha yang terlebih dahulu memiliki merek atas usahanya. Seiring dengan semakin pesatnya persaingan dalam dunia perdagangan barang dan jasa, tidak heran jika merek memiliki peranan yang sangat signifikan untuk dikenali sebagai tanda suatu produk tertentu di kalangan masyarakat dan juga imemiliki kekuatan serta manfaat apabila dikelola dengan baik. Merek bukan lagi kata yang hanya dihubungkan dengan produk atau sekumpulan barang pada era perdagangan bebas seperti saat ini, tetapi juga sebuah proses dan strategi bisnis. Oleh karena itu, merek mempunyai nilai atau ekuitas.
Merek memiliki kemampuan sebagai tanda yang dapat membedakan hasil perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain di dalam pasar, baik untuk barang/jasa yang sejenis maupun yang tidak sejenis. Fungsi merek tidak hanya sekedar untuk membedakan suatu produk dengan produk lain, melainkan juga berfungsi sebagai asset perusahaan yang tidak ternilai harganya, khususnya untuk merek-merek yang sudah terkenal.
Tentunya, seorang wirausaha harus mengetahui bagaimana cara membuat dan membangun merek agar dikenal konsumen. Merek yang baik adalah merek yang bisa menempatkan dirinya sesuai dengan arget pasar, dapat memberikan kualitas produk dan layanan yang berkualitas, serta menggunakan media komunikasi yang tepat secara terencana.
Ada hal-hal yang harus diperhatikan pada saat membuat merek agar mudah dikenal. Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuat merek dagang:
1. Merek harus singkat, jelas dan menarik
Agar mudah diingat konsumen, maka merek dagang harus dibuat semenarik mungkin. Cukup memakai satu atau dua kata yang ijelas, dan menarik. Susunan kata, dan simbol merek harus jelas menggambarkan produk yang ditawarkan. Contohnya, merek obat masuk angin "Tolak Angin"
2. Menggunakan kata yang mudah dibaca dan diucapkan
Merek dagang harus menggunakan kata yang mudah diucapkan. Misalnya, merek produk Indonesia, maka harus lebih mudah menggunakan kata yang berasal dari bahasa Indonesia.
Baca Juga: Hak Cipta: Dasar Hukum dan Cara Pendaftaran Hak Cipta
3. Gunakan kata yang enak didengar
Selain mudah diucapkan merek juga harus yang mudah didengar agar lebih menempel di ingatan konsumen. Contoh, merek kecantikan "Sari Ayu".
4. Mudah diingat
Membuat merek agar lebih menempel di ingatan konsumen, tentunya juga harus dengan kata yang mudah diingat. Ini merupakan hal penting, bagaimana kita perlu mempertimbangkan dalam memilih kata apakan nantinya kata yang kita buat akan mudah di ingat atau tidak. Karena, merek yang mudah di ingat bisa memudahkan produk cepat di kenal
5. Mengandung makna
Agar lebih baik lagi, merek yang dibuat mengandung makna tertentu.
6. Bersifat universal
Bersifat universal berarti merek yang kita buat harus bisa dingat dan di terima konsumen yang berasal dari berbagai daerah. Pilihlah kata yang dapat diterima dimana-mana.
Selain membuat merek dengan memerhatikan hal di atas, hal yang juga perlu diperhatikan seorang wirausaha, yaitu bagaimana cara membangun merek dagang. Ada berbagai cara dalam membangun sebuah merek agar dikenal baik dalam masyarakat. Berikut cara-cara membangun merek yang baik.
1. Melakukan Inovasi Terhadap Produk
Untuk nmembangun merek yang kita miliki agar tetap dikenal konsumen, tentu saja produk dari merek terscbut harus berkualitas. Sebaiknya wirausaha selalu melakukan inovasi terhadap produknya agar merek yang dimiliki bertahan lama. Inovasi yang bisa dilakukan, antara lain membuat produk baru, varian baru ataupun menciptakan paket baru.
2. Mengetahui Kelebihan Produk Sendiri
Untuk membangun merek yang kuat seorang wirausaha harus menge tahui kelebihan dari produk usahanya. Kelebihan ini bisa menjadi diferensiasi produk atas produk lainnya di pasaran. Bukan asal beda, namun perbedaannya harus memiliki nilai tersendiri bagi pelanggan. Lalu, merek yang dimiliki wirausaha tęrsebut harus bisa menjadi ahli atas produk yang dijual.
3. Social Media
Saat ini media sosial dapat digunakan untuk membangun merek dagang yang dimiliki seorang wirausaha. Banyak kalangan pebisnis pemula yang sukses menggunakan media sosial untuk melakukan promosi produknya. Penggunaan media sosial sebagai media marketing yang tepat bisa menjadi alternatif channel media yang efektif membangun merek. Hal penting ketika menjalankan strategi media sosial sebagai media marketing adalah fokus pada konten yang berimanfaat, bangun komunikasi serta konsisten.
4. Kemasan yang Baik
Merek yang baik akan memerhatikan kemasan produk, karena identitas dari sebuah produk adalah keseluruhan tampilan kemasan. Untuk itu, penting untuk membuat kemasan yang beridentitas, menarik sesuai dengan target market yang disasar.
5. Membangun Networking
Selain hal-hal di atas, seorang wirausaha harus memiliki kemampuan membangun jaringan atau networking. Tentu saja, wirausaha harus berani berinteraksi dengan orang lain.
Hak Kekayaan Intelektual
Kita sering mendengar istilah hak merek, hak paten, hak cipta, dan Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI). Bahkan, sering kali kita mendengar berbagai kasus sengketa yang berkaitan dengan segala hak resebut. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan semua itu? Dan, apa perbedaan dari masing-masing istilah tersebut?
Baca Juga: Hak Kekayaan Industri: Hak Paten dan Merek
Hak atas Kekayaan Intelektual merupakan hak yang dimilki oleh seseorang berkaitan dengan ide, dan karyanya. HAKI merupakan hak eksklusif yang diberikan negara kepada seseorang, sekelompok orang, maupun lembaga untuk memegang kuasa dalam menggunakan dan mendapatkan manfaat dari kekayaan intelektual yang dimiliki atau diciptakannya.
Sebenarnya sejarah kemunculan HAKI ini sudah ada sejak lama. Pada tahun 1470 di Venice, Italia sudah muncul Undang-undang mengenai HAKI, khususnya menyangkut masalah hak paten. Kemudian pada tahun 1500-an, hukum-hukum tentang hak paten tersebut diadopsi oleh kerajaan Inggris, sehingga lahir hukum mengenai hak paten pertama di Inggris. Di Indonesia sendiri HAKI mulai popular sekitar tahun 2000-an hingga saat ini.
Keberadaan HAKI dapat melindungi kekayaan intelektual. Kekayaan intelektual merupakan kekayaan atas segala hasil produksi kecerdasan daya pikir seperti teknologi, pengetahuan, seni, sastra, gubahan lagu, karya tulis, karikatur, dan lain-lain yang berguna untuk manusia. Dengan demikian, dapat kita simpulkan bahwa HAKI adalah hak yang berasal dari hasil kegiatan kreatif daya berpikir manusia yang mengekspresikan kepada khalayak umum dalam berbagai bentuk, yang memiliki manfaat serta berguna dalam menunjang kehidupan manusia, juga mempunyai nilai ekonomis yang melindungi karya-karya intelektual manusia tersebut.
Perlu kita ketahui bahwa HAKI merupakan hak privat (private rights), sehingga. seseorang bebas untuk mengajukan permohonan atau mendaftarkan karya intelektualnya atau tidak. Keberadaan HAKI sangat bermanfaat, khususnya bagi para "pencipta" berbagai kreativitas. Dengan adanya HAKI, apabila ada yang meniru karya cipta intelektual seseorang, maka ia berhak untuk menuntutnya. Secara umum Hak atas Kekayaan Intelektual (HAK) dibagi menjadi dua, yaitu Hak Cipta dan Hak Kekayaan Industri.
Cara Membangun Merek Dagang

Komentar
Posting Komentar