PENGERTIAN, CIRI-CIRI, POLA KERJA, MOTIVASI, DAN CARA MELATIH SIKAP DAN PERILAKU KERJA PRESTATIF
PENGERTIAN DAN CIRI-CIRI SIKAP DAN PERILAKU KERJA PRESTATIF
Setiap orang mempunyai keinginan untuk berprestasi dan mencapai kesuksesan. Untuk mencapai hal tersebut, seorang wirausaha perlu memiliki sikap dan perilaku kerja prestatif. Prestatif dapat diartikan sebagai seorang yang memiliki kemauan dan hasrat untuk selalu ingin maju. Dalam hal ini, seorang wirausaha yang memiliki sikap dan perilaku kerja prestatif adalah seorang wirausaha yang memiliki kemauan dan hasrat untuk selalu ingin maju agar mencapai kesuksesan dalam segala aspek usaha atau bisnisnya.
Adapun ciri-ciri seseorang yang memiliki sikap dan perilaku kerja prestatif, antara lain:
- memiliki mimpi dan berpikir ke depan,
- memiliki hasrat yang kuat untuk maju,
- memiliki semangat juang yang tinggi,
- berubah dan berkembang,
- memiliki target dan tujuan (goal),
- mau belajar dari masalah untuk diambil sisi positifnya sebagai pengalaman,
- tidak cepat puas diri dan perfeksionis.
- memiliki kreativitas,
- memiliki tolok ukur dalam mengevaluasi kinerjanya (barometer),
- tekun dan ulet,
- memiliki keberanian (tidak takut gagal), dan
- tidak mudah terpengaruh dan dipengaruhi.
POLA KERJA PRESTATIF
Pola kerja prestatif merupakan the core proccess of enterpreneurial skill atau proses inti dari keterampilan (keahlian) kewirausahaan. Hal ini karena pola kerja prestatif mencakup pola kerja atau aspek-aspek yang bersinergi yang dibutuhkan seorang wirausaha untuk mencapai kesuksesaan. Pola kerja prestatif terdiri dari bekerja keras, bekerja cerdas, dan berkarakter positif yang dirumuskan berikut.
Pola Kerja Prestatif = Bekerja keras (otot) + Bekerja cerdas (otak) + Pembangunan karakter positif (watak)
Tanpa ketiga aspek tersebut, tentu sikap dan perilaku kerja prestatif untuk menjadi wirausaha yang sukses akan sulit terwujud.
Baca Juga: Alasan Seseorang Tidak Berminat Menjadi Wirausaha, Padahal Rugi Loh
1. Pola Kerja Keras Sebagai Awal Kerja Prestatif
Pola kerja keras diperlukan dalam sikap dan perilaku kerja prestatif. Ciri-ciri pola kerja keras, antara lain:
- mempunyai semangat dan gairah yang tinggi,
- tidak kenal menyerah dan pantang mundur,
- terus berjuang dan memiliki determinasi (ketetapan hati) yang tinggi,
- bekerja dengan tuntas (tidak berhenti di tengah-tengah),
- tidak takut gagal, dan
- mencintai pekerjaan.
Pola kerja keras merupakan awal dari pola kerja prestatif. Seperti orang yang terus bekerja, bekerja, dan bekerja tetapi tidak ada kemajuan karena ia hanya bekerja dengan keras tanpa aspek dan unsur strateginya sebagai motor penggerak untuk membuat perubahan kemajuan dan perkembangan yang berarti., Untuk itu, Anda butuh bekerja dengan cerdas sebagai pasangan pola kerja keras sehingga Anda cepat berkembang dalam meraih prestasi.
2. Pola Kerja Cerdas Sebagai Motor Penggerak Kerja Prestatif
Banyak orang yang.belum dapat meraih kesuksesan, di antaranya karena mereka bekerja dengan keras tetapi tidak bekerja dengan cerdas, sehingga usaha mereka jalan di tempat saja. Ciri-ciri pola kerja cerdas, antara lain:
- kuat dalam perencanaan dan unsur strategi dalam bertindak,
- ada tujuan yang jelas dan tahapan-tahapannya (peta kerja),
- selalu mengukur kinerjanya (standar kerja tinggi),
- kreatif dan inovatif sebagai kunci utamanya,
- melihat dan mencari sisi positif dari masalah yang terjadi (dihadapinya),
- menggunakan acuan belajar dari masalah (problem based learning) sebagai pola pemelajaran.
3. Pola Kerja Berkarakter Positif Sebagai Pondasi Kerja Prestatif
Berkarakter positif adalah pondasi keberhasilan dari sikap dan perilaku kerja prestatif. Ciri-ciri pola kerja berkarakter positif, antara lain:
- memiliki sikap positif dalam memandang berbagai hal,
- memiliki disiplin yang tinggi dalam mengerjakan tugas dan bekerja,
- memiliki komitmen kuat terhadap dirinya dan janji yang ia ungkapkan (terhadap mimpinya),
- konsisten dalam bekerja,
- religius,
- siap menerima kritik dan saran dari orang lain,
- tidak iri hati atau dengki ketika melihat kesuksesan orang lain, tetapi menjadi termotivasi untuk mengalahkannya,
- tidak egois dengan orang lain,
- karena memberi itu merupakan kebahagiaan,
- memiliki sikap mawas diri dan tidak emosional,
- ikhlas dalam bekerja.
MOTIVASI UNTUK MEMILIKI SIKAP DAN PERILAKU KERJA PRESTATIF
Setiap langkah dan tindakan seseorang itu pasti mempunyai motivasi tertentu. Motivasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu. Seseorang yang bekerja ataupun berwirausaha tentu juga mempunyai suatu motivasi, di antaranya yaitu untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Teori motivasi yang sangat popular adalah teori yang dikemukakan oleh Abraham Maslow tentang hierarki kebutuhan. Menurut Maslow motivasi manusia sangat dipengaruhi oleh kebutuhan mendasar yang perlu dipenuhi. Ada lima kategori kebutuhan mulai dari kebutuhan yang paling penting sampai dengan kebutuhan yang tidak. terlalu penting, yaitu sebagai berikut.
- Physiological needs, yaitu kebutuhan fisiologis yang meliputi makan, minum, istirahat, tidur, pakaian, dan tempat tinggal.
- Safety (security), yaitu kebutuhan akan rasa aman dan bebas dari ancaman psikis dan fisik.
- Social affiliation, yaitu kebutuhan sosial yang meliputi pertemanan dan kasih sayang.
- Esteem (recognition), yaitu kebutuhan penghargaan akan kemampuan, kompetensi, dan harga diri.
- Self actualization, yaitu kebutuhan aktualisasi diri dan mengembangkan potensinya sesuai dengan minat dan bakat, serta kebutuhan berprestasi.
Beberapa pakar kewirausahaan mengemukakan bahwa seseorang memiliki minat untuk berwirausaha karena ada suatu motiyasi tertentu, yaitu motivasi untuk berprestasi. Motivasi berprestasi adalah satu nilai sosial yang mengutamakan keinginan untuk mencapai dan menjadi yang terbaik guna mencapai kesuksesan secara pribadi. (Gede Anggan. Suhandana, 1980:55).
Untuk mencapai sikap dan perilaku kerja prestatif, selain kebutuhan dasar harus dipenuhi diperlukan juga kesiapan mental dan fisik, serta dukungan lingkungan. Suasana kerja yang kondusif, harmonis, dan hubungan sosial yang baik dalam bekerja perlu diterapkan secara efisien dan efektif. Motivasi berprestasi juga perlu dibangun dari dalam diri seorang wirausaha, buatlah segala sesuatunya memang muncul atas kesadaran diri, tidak karena terpaksa. Dengan demikian, motivasi berprestasi sangat penting dan diperlukan untuk mendorong seseorang agar memiliki sikap dan perilaku kerja prestatif.
Baca Juga: FAKTOR KEGAGALAN WIRAUSAHA YANG HARUS KAMU HINDARI
MELATIH SIKAP DAN PERILAKU KERJA PRESTATIF
Sikap dan perilaku kerja prestatif itu dapat dilatih dengan cara sebagai berikut.
- Mulai belajar mengatasi rasa takut akan gagal dan takut akan rasa malu bila melakukan kesalahan. Berpikir untuk memperbaiki agar ke depannya lebih baik lagi. Contoh: Bila Anda mendapatkan masalah atau soal yang tidak dimengerti, maka teruslah mencoba untuk mengerjakannya atau ketika mendapatkan nilai yang buruk atau prestasi Anda jatuh, tulis di secarik kertas "saya tidak akan mengulanginya lagi" dan tempel ditempat yang mudah Anda lihat.
- Berpikir bahwa masalah itu bukan sebagai beban atau kesulitan yang harus dihindari, melainkan sebagai suatu hal yang harus diselesaikan dan sebagai bahan pelajaran yang perlu diambil hikmahnya, serta untuk menambah pengetahuan baru yang suatu saat akan bermanfaat.
- Mengasah pola pikir kreatif dengan konsep. Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya bila Anda kreatif.
- Menetapkan target di setiap hal, baik yang berhubungan dengan pekerjaan atau pelajaran. Tanpa menetapkan target maka Anda tidak akan mempunyai motivasi, semangat, dan hasrat untuk mencapainya karena tidak tahu apa yang akan Anda capai.
- Melatih konsentrasi dengan cara meneliti secara detail mengenai hal-hal menarik dari apa yang dilihat. Contoh: Melihat lampu lalu teliti apa yang menarik dari lampu tersebut, apa keunggulannya, apa kelemahannya, dan bagaimana kualitasnya. Konsentrasi yang tinggi adalah kunci untuk memulai pola pikir kerja prestatif.
- Selalu mengambil sisi positif dari pekerjaan. Soal-soal, atau materi yang sedang Anda baca, pelajari, dan kerjakan kemudian dicatat di sebuah buku atau dalam pikiran Anda karena suatu saat akan bermanfaat bagi Anda.
- Membandingkan dengan pekerjaan sebelumnya, apakah ada kemajuan atau malah terjadi kemunduran.
Komentar
Posting Komentar