Alasan Seseorang Tidak Berminat Menjadi Wirausaha, Padahal Rugi Loh
Mitos yang keliru sering menjadi penghalang dan menghalangi seseorang untuk mengambil keputusan menjadi wirausaha. Banyak alasan cenderung dilontarkan hanya karena ingin menutupi rasa takutnya yang berlebihan. Alasan-alasan ini sering dikeluarkan untuk menghibur diri agar ia dibenarkan oleh alasan tersebut.
Hampir sebagian besar orang ingin menjadi sukses dikemudian hari. Namun, ketika diminta memilih, sebagian besar lebih memilih untuk menjadi pekerja yang sukses/top eksekutif (manajer atau direktur) daripada menjadi wirausaha yang sukses. Namun, untuk menjadi menajer atau direktur juga tidak hanya berbekal pengetahuan umum saja, tetapi juga memerlukan keterampilan yang mendukung untuk membuat pengetahuan Anda lebih baik (soft skill). Salah satu soft skill (kemampuan mengelola diri) yang dibutuhkan adalah corporate entrepreneurship (kewirausahaan perusahaan) atau intrapreneurship (kewirausahaan organisasi).
Baca Juga: Mitos yang Salah Tentang Kewirausahaan
Soft skill (kemampuan mengelola diri) merupakan pengetahuan dan keterampilan yang bukan bersifat menggunakan otot tetapi lebih menitikberatkan pada otak, hati, dan watak, untuk menunjang pekerjaan, sehingga keempat aspek tersebut, yaitu otot, otak, hati, dan watak menyatu menjadi sebuah sinergi yang utuh. Contoh soft skill (kemampuan mengelola diri), antara lain:
- Kemampuan berkomunikasi.
- Emotional Intelligence (kecerdasan emosional), percaya diri, pengelolaan emosi, dan bersikap positif.
- Kedisiplinan.
- Keterampilan presentasi di depan banyak orang.
- Pantang menyerah.
Intrapreneurship adalah kewirausahaan yang dibangun dalam diri karyawan suatu perusahaan untuk menghasilkan, mengembangkan produk, melaksanakan dan menemukan strategi baru dengan kreativitasnya yang sesuai dengan kejnginan pasar sehingga akan memberikan kontribusi bagi tim, kelompok, departemen, dan perusahaan.
Ada beberapa alasan mengapa seseorang tidak berminat untuk berwirausaha, yaitu sebagai berikut.
1. Tidak tahu bagaimana caranya
Anda harus memelajari dahulu, bisa dari membaca buku, tahu pengetahuannya, tahu trik dan tipsnya, tahu prosesnya, kemudian belajar strategi kewirausahaan dan akhirnya mengenal. Bisa dengan mencoba dulu, atau ikut teman. Akhirnya Anda mengerti dan termotivasi untuk menjadi wirausaha. Lihat kembali bagaimana proses dan tahapan untuk menjadi wirausaha yang cerdas (SMART) di materi sebelumnya.
2. Tidak mempunyai pengalaman
Bagaimana Anda memiliki pengalaman kalau tidak pernah mencoba untuk masuk ke dalamnya dan mengetahui lebih luas lagi. Anda akan mengerti dan akhirnya akan jatuh cinta pada kewirausahaan jika Anda mengenalnya dengan baik sebagai ilmu untuk mencari nafkah. Sekarang Anda harus mempunyai ilmu itu.
3. Tidak punya modal (uang)
Modal untuk menjadi wirausaha tidak hanya berupa uang, ada modal lain selain uang yang bisa digunakan sebagai modal awal dalam memulai usaha. Modal tersebut antara lain pengetahuan, keterampilan, keahlian, latar belakang pendidikan, jaringan pertemanan, informasi, dan peluang. Alasan perlu modal uang banyak untuk menjadi wirausaha itu tidaklah tepat, karena uang hanya sebagian kecil dari modal yang Anda perlukan untuk menjadi wirausaha.
4. Tidak punya keberanian
Ada pendapat, guru atau mentor yang paling baik adálah pengalaman Anda sendiri. Ambil sisi positif dari setiap pengalaman atau setiap hal yang terjadi dalam hidup Anda. Keberanian itu tidak akan pernah datang dan muncul tiba-tiba pada diri Anda, tetapi dibentuk, diciptakan dan dimunculkan secara perlahan-lahan hingga Anda menguasainya sehingga timbul keberanian pada diri Anda.
5. Tidak ada yang menuntun
Ketika Anda belajar tentu membutuhkan penuntun (mentor) agar tidak jatuh terlalu dalam. Dituntun pun tidak selamanya, perlu uji coba dan masa-masa belajar untuk mencoba (incubation stage). Penuntun dapat diperoleh dari berbagai sumber, antara lain:
- Dari mencoba dahulu (trial and error).
- Minta bimbingan dari orang yang telah sukses menjadi wirausaha agar bersedia memberikan ilmunya atau sebagai mentor (pelatih).
- Belajar dari buku, banyak buku-buku yang ditulis oleh orang yangg telah sukses menjadi wirausaha bahkan para pakar wirausaha. Hal ini bisa menjadi sumber (media) lain selain mencari mentor.
6. Takut untuk keluar dari zona nyaman (comfort zone)
Rasa nyaman (comfort zone) membuat Anda terjebak dan tidak mau berubah serta tidak mau bergerak demi kemajuan diri Anda. Zona nyaman dapat menyebabkan kemunduran dan kerugian bagi diri Anda serta dijadikan alasan untuk tidak mau menjadi wirausaha. Sebetulnya wirausaha adalah hal yang menantang, menarik, menggiurkan, yang dapat membuat hidup Anda santai 24 jam karena uang yang akan bekerja untuk Anda.
Menjadi pekerja atau pun wirausaha itu sebenarnya memiliki tujuan yang sama, yaitu hidup sukses, kaya, dan makmur. Perbedaannya ada pada hasrat atas zona nyaman dan keinginan untuk sukses. Pekerja itu santai, nyaman, dan aman pada masa awal nya saja. Bila Anda tidak ingin kerja keras di awal justru akan membuat tidak nyaman di tengah usia dan di akhir purna bakti kerjanya, bisa saja di PHK, merasa bosan kerja terus, atau warisan habis hingga hidup dimasa tuanya menjadi tidak nyaman dan justru harus kerja keras lagi untuk anaknya.
Sedangkan wirausaha itu kerja keras di awal dan setelah sukses maka hidupnya akan terus nyaman dengan terus mengelola usaha hingga bisnis menjadi mesin uang. Bahkan ketika Anda tidur pun bisnis tetap menghasilkan, sehingga di masa tuanya, bisnis bisa diwariskan kepada anak cucu karena masih tetap menghasilkan.
Dari uraian di atas, jelas sekali banyak alasan dan faktor penghalang untuk menjadi wirausaha yang sukses. Faktor-faktor penghalang itu, antara lain:
- Rasa takut yang berlebihan, di mana rasa takut Anda telah menghilangkan kemampuan Anda yang hebat.
- Tidak ada rasa percaya diri dan keyakinan diri bahwa kelak Anda bisa sukses.
- Bingung.
- Malas.
- Mencari-cari alasan yang tidak tepat untuk menghindari profesi wirausaha.
- Suka menunggu dan menunda.
Komentar
Posting Komentar