Berinovasi Dalam Berwirausaha

 

Berinovasi Dalam Berwirausaha - Toko Ilmu

INOVASI

Kreativitas dapat memunculkan sebuah inovasi, karena pada dasarnya inovasi adalah hasil dari kreativitas.

1. Awal Munculnya Inovasi

Teori ketidaksempurnaan merupakan awal munculnya inovasi. Bila Anda melihat sebuah benda, perubahan, kejadian, atau produk yang baru Anda lihat atau pegang kondisinya tidak sempurna maka saat itulah pemikiran kreatif akan muncul dengan sendirinya. Tinggal bagaimana Anda merubah sebuah inspirasi menjadi sebuah ide dan peluang bisnis. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa teori ketidaksempurnaan adalah sebuah konsep untuk berpikir kreatif, memunculkan semangat wirausaha yang tinggi dan proses penciptaan peluang bisnis. Perhatikan contoh kasus awal munculnya inovasi di dunia industri musik dan komunikasi.

a. Industri musik

Di tahun 1960-an, mikrofon itu besar dan berat dengan kabel yang panjang. Bagi banyak orang, mikrofon (mic) itu sudah sempurna karena dahulu tidak ada alternatif lain. Perusahaan lain berpikir bahwa mikrofon tidak sempurna, karena banyak penyanyi kesulitan melakukan improvisasi gerakan saat menyanyi di panggung. Banyak penyanyi yang ingin bebas bergerak ke mana dia mau.

Kemudian perusahaan yang berpikir mikrofon itu belum sempurna meluncurkan sebuah produk baru, yaitu mikrofon dengan teknologi nirkabel (wireless). Hal ini membuat senang Semua penyanyi atau pengguna mikrofon lainnya. Waktupun terus bergulir, teori ketidaksempurnaan meluncurkan teknolog baru lagi, yaitu mikrofon dengan tangkai kecil yang melingkar setengah lingkaran dari telinga hingga mulut seperti yang digunakan oleh penyanyi pop terkenal Michael Jackson atau para penyiar televisi.

b. Industri komunikasi

Graham Bell menemukan produk inovatif pertama kali di industri telekomunikasi, yaitu telepon. Hal ini terjadi karena ia ingin bisa berbicara jarak jauh dengan orang lain tapi tanpa perlu bertemu.

Seperti Anda ketahui masalah yang terjadi dengan produk telepon yang ada di dalam rumah (fix phone) adalah sulitnya berkomunikasi dengan orang lain ketika berada di luar rumah, kemudian terciptalah alat penyeranta (pager) hasil teori ketidaksempurnaan dari orang yang berpikir kreatif. Pager adalah alat yang dapat dihubungi melalui telepon dari pusat oleh pemesannya untuk ID (Identified Number) tertentu. Namun, produsen pager tidak berpikir kreatif lagi sehingga ketidaksempurnaan itu disempurnakan lagi oleh perusahaan telekomunikasi Siemens dan Motorola.

Produk itu adalah mobile phone, produk kecanggihan dan kesempurnaan pertama kali. Tetapi, saat itu ukuran mobile phone besar dan bentuknya tidak sesuai dengan tangan manusia, akhirnya disempurnakan kembali oleh Nokia. Nokia adalah perusahaan handphone dari Finlandia yang inovatif. Sejak kedatangan handphone dari Nokia, maka produk mobile phone menjadi kuno dan menjadikan produk Nokia sebagai produk yang inovatif samnpai sekarang karena teori ketidaksempurnaan.

Contoh lain, perusahaan kamera dan rol film seperti konica dan fuji, tidak berpikir adanya ancaman terhadap produk mereka sehingga tetap tenang dan menganggap produknya telah sempurna. Seketika setelah Nokia meluncurkan produk barunya dengan memasukkan kamera pada produk handphone-nya dan kemampuan koneksinya dengan printer, maka di saat itulah orang beralih dari mencetak foto menggunakan kamera dengan rol film berubah menjadi mencetak foto menggunakan handphone berkamera. Di tambah lagi dengan peluncuran camera digital, hingga sekarang pengguna rol film berkurang tingkat kebutuhannya.

Baca Juga: Mencari dan Menentukan Alternatif Pemecahan Masalah dalam Berwirausaha


2. Pengertian Invention (Penemuan) dan Inovasi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, penemuan adalah proses, cara, perbuatan menemui atau menemukan. Berdasarkan definisi tersebut, dapat didefinisikan bahwa penemuan (invention) adalah proses kreatif yang membuat objek-objek dan substansi baru yang berguna bagi kehidupan manusia dalam jangka waktu yang lama hingga ditemukan penemuan inovatif yang terbaru (memperbaharui penemuan yang lama).

Inovasi mempunyai arti lebih luas dari pada penemuan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), inovasi adalah pemasukan atau pengenalan hal-hal baru; pembaharuan; penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa inovasi adalah prosees kreatif dalam melakukan penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada. 

Semua inovasi yang menjadi populer dan digunakan dalam jangka waktu yang lama oleh masyarakat banyak akan menjadi sebuah tradisi. Contohnya penemuan teknologi pengiriman pesan singkat atau SMS (Short Message System) telah merubah sistem pengiriman surat atau pesan cukup dengan menggunakan handphone. Dan ini telah menjadi sebuah tradisi. Suatu masalah yang dapat dipecahkan dapat menjadi sebuah inovasi. Jadi, Inovasi dapat menjadi solusi kreatif bagi wirausaha untuk angkit dari kegagalan dan keluar dari persaingan yang Ketal (innovation or die).

kata kunci: Berinovasi Dalam Berwirausaha


3. Faktor-Faktor Pendukung Keberhasilan Inovasi

Menurut James Brian Quinn (1955), faktor-faktor pendukung untuk tercapainya keberhasilan penerapan kemampuan inovatif adalah sebagai berikut.

a. Inovasi harus berorientasi pasar

Banyak inovasi yang sekedar memecahkan masalah secara kreatif tetapi tidak mempunyai keunggulan bersaing di pasaran. Inovasi harus sesuai dengan kebutuhan pasar. Perlu diperhatikan hubungan inovasi dengan pasar yang didalamnya ada 5C, yaitu Competitor (pesaing), Competition (persaingan), Change of competition (perubahan persaingan), Change driver (penentu arah perubahan), dan Customer behavior (perilaku konsumen). Pasar berubah disebabkan oleh faktor-faktor berikut.

  • Perubahan teknologi
  • Perubahan ekonomi 
  • Perubahan perilaku sosial dan budaya 
  • Perubahan iklim dunia 
  • Perubahan peraturan pemerintah

b. Inovasi harus mampu meningkatkan nilai tambah perusahaan

Ada nilai tambah (value added) sehingga bisa menjadi pendongkrak pertumbuhan dan perkembangan perusahaan.

c. Terdapat unsur efisiensi dán efektivitas dalam satu inovasi

Tanpa faktor efisiensi dan efektivitas, sebuah inovasi, tidak akan mempunyai arti atau dampak yang berarti bagi kemajuan perusahaan.

d. Inovasi harus sejalan dengan visi dan misi perusahaan

Inovasi harus sejalan dengan visi dan misi perusahaan agar tidak menyimpang dari arah pertumbuhan usaha (contra productive).

e. Inovasi harus bisa ditingkatkan lagi

Inovasi harus bisa diinovasikan lagi sehingga terjadi inovasi yang berkelanjutan (continuous improvement) hingga perusahaan tumbuh menjadi lebih baik dan lebih berkembang.


4. Sumber-Sumber yang Dapat Mendorong Terjadinya Inovasi

Ada beberapa sumber yang dapat nmendorong terjadinya sebuah inovasi, yaitu sebagai berikut.

a. Perbedaan (gap) antara permintaan (demand) dengan penawaran (supply)

Di suatu negara yang mempunyai budaya tertentu, bila penawaran barang/produk tidak sesuai dengan kondisi permintaan yang ada, dapat memunculkan sebuah inovasi. Contoh: Peluncuran burger oleh Mc Donald dari yang berisi daging sapi menjadi daging ayam dikarenakan penduduk Negara tersebut lebih menyukai daging ayam.

b. Penciptaan permintaan karena adanya kecenderungan (tren)

Adanya kecenderungan pola hidup masyarakat di Indonesia yang menyukai produk instan memunculkan produk-produk lain yang mengikuti tren tersebut. Contoh: Tren mie instan, diikuti dan diantisipasi oleh Teh Botol, perusahaan teh yang menginstankan minuman teh dalam kemasan, dan juga Aqua yang menginstankan minuman air sehat mineral dalam kemasan siap minum karena pola hidup sehat di Indonesia yang mulai meningkat.

c. Perubahan (change)

Setiap perubahan pasti diikuti oleh sang inovator untuk memanfaatkan perubahan, misalnya, perubahan ekonomi, perubahan teknologi, dan perubahan sosial. Contoh: Perubahan perilaku masyarakat dalam menggunakan ponsel/handphone juga hasil dari inovasi secara terus-menerus dari produsennya, sehingga inovasi tersebut tidak hanya sekedar produk inovatif baru tetapi juga berubah menjadi sebuah tradisi. Sekarang tidak ada orang yang tidak berkeinginan untuk mempunyai handphone, bahkan hingga lapisan masyarakat bawah.

d. Masalah yang belum terpecahkan dalam jangka waktu yang lama

Terkadang masalah yang diselesaikan dengan cara pemecahan masalah kreatif belum tentu bisa memecahkan masalah secara tuntas dalam jangka waktu yang lama atau dapat menghilangkan masalah.

Contoh: Di dalam sebuah arena ice skating di Amerika Serikat, ada seorang petugas yang bekerja di arena ice skating untuk merapikan permukaan es yang retak karena perubahan suhuu ruangan atau karena goresan. Retakan es yang terjadi terkadang dibutuhkan waktu yang lama untuk memperbaikinya, sehingga para pengguna harus menunggu dan terkadang pulang dengan kekecewaan. Petugas yang memperbaiki itu tidak puas dengan kondisi seperti itu. Walau sudah diselesaikan dengan baik, tetapi pelanggan masih saja kecewa hingga ia berinovasi untuk membuat mesin agar bisa mengendalikan es yang retak dan menutupnya dengan cepat. Akhirnya ia mampu berinovasi dan menemukan alat yang bisa meratakan, mengisi retak-retak dengan air dan langsung mendinginkannya sehingga dalanm waktu singkat arena bisa digunakan tanpa membuat pelanggan menunggu dan kecewa.

e. Inovasi yang ditujukan untuk mengganti inovasi produknya sendiri

Hampir sebagian besar industri berteknologi tinggi menggunakan prinsip ini agar produknya bisa digantikan dengan produk yang baru diluncurkan sehingga masih tetap bisa menjadi pemimpin pasar.

Baca Juga: Cara Membedakan Masalah dan Bukan Masalah ketika Anda Berwirausaha


5. Jenis-Jenis Inovasi

Jenis-jenis inovasi yang sering digunakan oleh wirausaha yang cerdas dalam bisnisnya adalah sebagai berikut.

a. Inovasi produk, meliputi: 

  • isi (rasa dan kualitas), 
  • kemasan (pembungkus, tulisan, warna, sistem buka tutup, dan bentuk).

b. Inovasi pemasaran, meliputi: 

  • cara menjual, 
  • cara mendistribusikan, 
  • cara memasarkannya,
  • cara mengiklankannya.
  • cara menciptakan permintaan.

c. Inovasi proses, meliputi: 

  • proses penciptaan produk,
  • proses produksi,
  • proses teknologi pengemasannya,
  • proses riset dan pengembangan,
  • proses menciptakan mesin baru.

d. Inovasi teknis, meliputi: 

  • teknik desain, 
  • teknik pengawasan,
  • teknik pekerjaannya.

e. Inovasi administrasi, meliputi:

  • penyimpanan data,
  • pembuatan dan pengumpulan data.


Berinovasi Dalam Berwirausaha - Toko Ilmu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kumpulan Soal Pilihan Ganda dan Kunci Jawaban Administrasi Perkantoran Kelas X Evaluasi Bab 3 Manajemen Perkantoran

ASAS-ASAS MANAJEMEN PERKANTORAN SERTA KEKURANGAN DAN KELEBIHANNYA

Kumpulan Soal Pilihan Ganda dan Kunci Jawaban Buku Otomatisasi Tata Kelola Kepegawaian Kelas XI Evaluasi Bab 6 Sumpah/Janji Pegawai