Cara Membedakan Masalah dan Bukan Masalah ketika Anda Berwirausaha

 

Cara Membedakan Masalah dan Bukan Masalah ketika Anda Berwirausaha - Toko Ilmu
Cara Membedakan Masalah dan Bukan Masalah ketika Anda Berwirausaha

MEMBEDAKAN MASALAH DAN BUKAN MASALAH

Hampir setiap hari Anda menghadapi banyak masalah. Tetapi banyak hal yang bersifat masalah justru menciptakan suatu ide, gagasan yang orisinil, dan pemikiran-pemikiran baru yang kreatif. Bukan masalah adalah masalah yang tidak berkaitan dengan hal-hal, tugas, pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan tetapi dapat diambil manfaatnya. Masalah dan bukan masalah sangat berguna bagi perkembangan usaha. 


Jenis-jenis masalah dalam sebuah usaha ada berbagai macam, antara lain:

a. Masalah yang Bersifat Terkendali

Masalah yang bersifat terkendali adalah masalah yang timbul karena suatu hal akibat kesalahan faktor manusia, kerusakan alat, atau kejadian di luar kendali sistem tetapi masih dapat dikendalikan.

Contoh:

  • Mobil mogok pada saat pengiriman barang karena kehabisan bahan bakar.
  • Alat mengalami penyimpangan akurasi akibat pergeseran posisi saat gempa terjadi.
  • Terhambatnya pengiriman bahan baku yang disebabkan oleh produsen bahan baku atau pihak lain.

Baca Juga: Kumpulan Soal Pilihan Ganda dan Kunci Jawaban Buku Kewirausahaan Kelas X Evaluasi Bab 2 Menerapkan Sikap dan Perilaku Kerja Prestatif


b. Masalah Kritis

Masalah kritis adalah masalah yang harus segera diselesaikan sesegera mungkin karena memengaruhi kelancaran dari kegiatan lainnya.

Contoh:

  • Macetnya mesin produksi dikarenakan listrik padam sehingga kegiatan lain tertunda.
  • Penjualan turun atau piutang tidak tertagih yang mengakibatkan perusahaan kesulitan dalam arus kas (cash flow) sehingga tidak bisa membayar.


c. Masalah yang Bersifat Tidak Terkendali

Masalah yang bersifat tidak terkendali adalah masalah yang bersifat tiba-tiba. Anda tidak bisa mengendalikan faktor penyebabnya, yang bisa dilakukan tanpa melakukan antisipasi dan proaktif untuk meminimalkan dampak perubahannya.

Contoh:

  • Sebuah toko kelontong yang sudah lama berdiri, tiba- tiba muncul kehadiran perusahaan ritel besar di dekatnya. Kehadiran perusahaan tersebut di luar kendali si pemilik toko kelontong, sehingga si pemilik hanya berusaha mempertahankan, mengantisipasi, dan memperbaikinya.
  • Sebuah produk telekomunikasi yang sudah lama berkembang pesat, yaitu STARKO (alat panggil berbasis ID atau pager). Tiba-tiba muncul perkembangan teknologi GSM mobile phone yang lupa diantisipasi, sehingga membuat perusahaan STARKO menutup usahanya.


MENGIDENTIFIKASI MASALAH DAN FAKTOR PENYEBABNYA

Hal yang terpenting dalam proses pemecahan masalah adalah mengidentifikasi masalah dan faktor penyebabnya, karena tanpa proses tersebut pemecahan masalah tidak akan optimal. Cara mengindentifikasi masalah dan faktor penyebabnya adalah sebagai berikut.

  • Pelajari terlebih dahulu gpakah jenis masalah itu bersifat kritis, terkendali, atau tidak terkendali.
  • Pelajari apa dampak darimasalah tersebut, berskala besar atau kecil, bersifat biasa atau luar biasa, lalu mulailah buat alur dari dampaknya.
  • Telusuri masalah dariawal sampai akhir hingga faktor-faktor penyebabnya.
  • Uraikan satu per satu faktor penyebabnya dan mulailah menghubungkan keterkaitan dari masing-masing faktor.
  • Temukan faktor-faktor penyebabnya hingga bila diselesaikan akan berdampak bagaimana? Baik atau belum cukup baik?

Contoh: 

Sebuah pabrik telah dikejutkan dengan satu masalah, yaitu mesin produksinya tidak bisa beroperasi seperti biasanya. Muncul sebuah pertanyaan, mengapa hal itu terjadi? Setelah ditelusuri, ternyata ada oli yang menetes dari mesinnya. Apakah Anda langsung memutuskan untuk mengganti karet pelindung mesin agar olinya tidak menetes lagi? Sesederhana itukah masalahnya? Anda perlu mengindentifikasinya.


Uraikanlah hal-hal yang berkaitan dengan masalah tersebut, yaitu sebagai berikut.

  • Masalah mesin itu sendiri.
  • Masalah sumber daya dan energinya.
  • Masalah sistem dan perawatan.
  • Masalah sumber daya manusia (SDM) atau penggunanya.
  • Masalah suku cadang (spare part).
  • Masalah waktu pemakaiannya

Baca Juga: FAKTOR KEGAGALAN WIRAUSAHA YANG HARUS KAMU HINDARI


Dari masalah di atas dapat teridentifikasi sebagai berikut.

  • Lokasi penempatan mesin tidak ada masalah.
  • Ditemukan karet pelindung mesin yang tidak sesuai pada suku cadang (spare part) dengan standar kualitas yang telah ditentukan
  • Operatornya baru sehingga tidak tahu bahwa suku cadang (spare part) nya tidak sesuai dengan standar.
  • Sistem dan metode sudah sesuai dengan aturan pengoperasian.
  • Mesin masih bagus tetapi waktu pemakaiannya terlalu dipaksakan untuk memenuhi target.
  • Sumber daya dan energinya tidak bermasalah.


Sehingga ditemukan sumber penyebabnyá, antara lain:

  • Spare part (suku cadang) tidak sesuai dengan kualitas sehingga mesin cepat panas karena penggunaannya melebihi waktu yang ditentukan sehingga mengalami kebocoran.
  • SDM (sumber daya manusia) yang mengoperasikan belum begitu mengetahui karakteristik mesin.

Setelah masalah diidentifikasi dan ditemukan sumber penyebabnya, selanjutnya perlu dicari dan ditentukan alternatif pemecahan masalah.


Cara Membedakan Masalah dan Bukan Masalah ketika Anda Berwirausaha

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kumpulan Soal Pilihan Ganda dan Kunci Jawaban Administrasi Perkantoran Kelas X Evaluasi Bab 3 Manajemen Perkantoran

ASAS-ASAS MANAJEMEN PERKANTORAN SERTA KEKURANGAN DAN KELEBIHANNYA

Kumpulan Soal Pilihan Ganda dan Kunci Jawaban Buku Otomatisasi Tata Kelola Kepegawaian Kelas XI Evaluasi Bab 6 Sumpah/Janji Pegawai