FUNGSI DAN TUJUAN KOMUNIKASI
Fungsi Komunikasi
Para ahli komunikasi mengemukakan fungsi yang berbeda-beda meskipun pada beberapa bagian terdapat kesamaan dalam pendapat-pendapat tersebut. Rudolph F. Verderber mengemukakan bahwa komunikasi memiliki dua fungsi. Fungsi pertama adalah fungsi sosial, artinya komunikasi bertujuan untuk kesenangan, menunjukkan ikatan dengan orang lain, membangun dan memelihara hubungan. Fungsi yang kedua adalah sebagai pengambilan keputusan. Artinya, komunikasi dapat memutuskan untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu pada suatu saat tertentu.
Fungsi komunikasi menurut Onong Uchjana Effendi dalam buku Dimensi-dimensi Komunikasi (1986) adalah sebagai beri
kut.
a. Memberikan Informasi kepada Masyarakat (Public Information)
Perilaku menerima informasi merupakan perilaku alamiah masyarakat. Dengan menerima informasi yang benar, masyarakat akan merasa aman dan tenteram. Informasi akurat diperlukan oleh beberapa bagian masyarakat untuk bahan dalam pembuatan keputusan.
b. Mendidik Masyarakat (Public Education)
Kegiatan komunikasi pada masyarakat dengan memberikan berbagai informasi tidak lain agar masyarakat menjadi lebih baik, lebih maju, dan lebih berkembang kebudayaannya. Kegiatan mendidik masyarakat dalam arti luas adalah memberikan berbagai informasi yang dapat menambah kemajuan masyarakat dengan tatanan komunikasi massa. Sementara itu, kegiatan mendidik masyarakat dalam arti sempit adalah memberikan berbagai informasi dan juga berbagai ilmu pengetahuan melalui berbagai tatanan komunikasi kelompok pada pertemuan-pertemuan, kelas-kelas, dan sebagainya.
c. Memengaruhi Masyarakat (Public Persuasion)
Kegiatan memberikan berbagai informasi pada masyarakat juga dapat dijadikan sarana untuk memengaruhi masyarakat ke arah perubahan sikap dan perilaku yang diharapkan. Contohnya memengaruhi masyarakat untuk mendukung suatu pilihan dalam pemilu dapat dilakukan melalui media massa dalam bentuk kampanye, propaganda, pamflet, dan spanduk.
d. Menghibur Masyarakat (Public Entertainment)
Perilaku masyarakat menerima informasi selain untuk memenuhi rasa aman, juga menghibur masyarakat melalui sarana seni hiburan.
Baca Juga: Hakikat Komunikasi
Sementara itu, menurut Willian I. Gorden, komunikasi memiliki empat fungsi yang sangat penting. Keempat fungsi tersebut adalah sebagai berikut.
a. Komunikasi Sosial
Melalui komunikasi kita dapat memenuhi kebutuhan emosional dan meningkatkan kesehatan mental dengan belajar makna cinta, kasih sayang, simpati, rasa hormat, rasa bangga, bahkan iri hati dan kebencian. Oleh karena itu, fungsi komunikasi dalam Komunikasi sosial mengisyarakatkan bahwa komunikasi dilakukan untuk pemenuhan diri, untuk merasa terhibur, nyaman dan tenteram dengan diri sendiri dan orang lain.
b. Komunikasi Ekspresif
Komunikasi sebagai komunikasi ekspresif bukan bertujuan untuk memengaruhi orang lain, melainkan untuk menyampaikan perasaan-perasaan (emosi). Perasaan-perasaan seperti sayang, simpati, gembira, sedih, takut, marah, atau benci dapat disampaikan secara verbal. Namun, umumnya lebih utama dilakukan secara nonverbal. Contohnya, ungkapan sayang seorang ibu kepada anak dengan membelai kepala anaknya, orang yang marah menyalurkan kemarahan dengan berkacak pinggang atau mengepalkan tangan. Selain verbal dan nonverbal, komunikasi ekspresif juga dapat disampaikan melalui tarian, musik, lukisan, puisi, novel, atau teater yang mengekspresikan perasaan pembuatnya.
c. Komunikasi Ritual
Dalam komunikasi ritual, komunikasi biasanya dilakukan secara kolektif oleh suatu kelompok atau komunitas. Komunikasi ini dapat berupa upacara-upacara, seperti upacara kelahiran, sunatan, ulang tahun, siraman, pernikahan, hingga upacara kematian. Komunikasí ritual menegaskan bahwa mereka yang berpartisipasi dalam ritual tersebut menegaskan kembali komitmen mereka kepada tradisi keluarga, suku, bangsa, ideologi, atau agama mereka. Hal terpenting dalam ritual tersebut adalah adanya perasaan senasib dan sepenanggungan serta perasaan terikat oleh sesuatu yang lebih besar dari diri kita sendiri.
d. Komunikasi Instrumental
Komunikasi sebagai instrumental memiliki tujuan yang bersitat membujuk (persuasit) yang berfungsi memberitahukan atau menerangkan (to inform). Dalam komunikasi ini, pembicara menginginkan pendengarnya memercayai bahwa informasi atau pesan yang ia sampaikan memang layak untuk diketahui. Fungsi lainnya adalah untuk menghibur (to entertain) yang secara tidak langsung membujuk khalayak untuk melupakan persoalan hidup mereka.
Tujuan Komunikasi
Tujuan dari komunikasi yang dikemukakan oleh Dan B. Curtis dalam buku Komunikasi Bisnis Profesional (1996) adalah sebagai berikut.
- Memberikan informasi kepada para klien, kolega, bawahan, dan pimpinan.
- Menolong orang lain, memberikan nasihat kepada orang lain, atau berusaha memotivasi orang lain dalam mencapai tujuan.
- Menyelesaikan masalah dan membuat keputusan.
- Semakin tinggi kedudukan/status seseorang, semakin penting keahlian teknis dalam berkomunikasi untuk meminta data kepada pihak-pihak terkait sebagai bahan pertimbangan.
- Mengevaluasi perilaku secara efektif, yaitu suatu penilaian untuk mengetahui hal-hal yang akan mereka lakukan setelah menerima pesan atau informasi.
Baca Juga: Pengertian dan Prinsip-Prinsip Organisasi Kantor
Sementara itu menurut Onong Uchjana Efiendi dalarn Dimensi-dimensi Komunikasi (1986), tujuan komunikasi adalah sebagai berikut.
a. Perubahan dan partisipasi sosial
Yaitu memberikan berbagai informasi pada masyarakat yang bertujuan agar masyarakat mau mendukung dan ikut serta terhadap tujuan informasi itu disampaikan. Misalnya supaya masyarakat ikut serta dalam pilihan suara pada pemilu atau ikut serta dalam berperilaku sehat, dan sebagainya.
b. Perubahan sikap
Yaitu memberikan berbagai informasi pada masyarakat dengan tujuan agar masyarakat merubah sikapnya. Contohnya, kegiatan memberikan informasi mengenai hidup sehat, tujuannya adalah masyarakat setuju dengan informasi tersebut dan berpikiran positif terhadap pola hidup sehat.
c. Perubahan pendapat
Yaitu memberikan berbagai informasi pada masyarakat yang bertujuan agar masyarakat mau merubah pendapat dan persepsinya sesuai dengan informasi yang disampaikan, Contohnya informasi mengenai kebijakan pemerintah yang pendapat pertentangan dari masyarakat, agar masyarakat mau mendukung kebijakan tersebut, informasi harus disampaikan dengan lengkap dan jelas disertai alasan mengapa kebijakan tersebut harus dilakukan dan didukung oleh masyarakat.
Perubahan perilaku, yaitu kegiatan memberikan berbagai informasi pada masyarakat dengan tujuan agar masyarakat merubah perilakunya. Contohnya kegiatan memberikan informasi mengenai hidup sehat tujuannya adalah masyarakat pada akhirnya mau ikut menerapkan pola hidup sehat.
Komentar
Posting Komentar