Jenis-Jenis dan Metode-Metode Ilmu Ekonomi
Jenis-Jenis Ilmu Ekonomi
Ilmu ekonomi memerlukan alat analisis untuk menerangkana teori-teorinya dan untuk menguji kebenaran teori-teori tersebut. Grafik dan kurva adalah alat analisis yang utama, pada tingkat yang lebih mendalam matematika memegang peranan yang sangat penting selain itu, statistika juga diperlukan untuk mengumpulkan fakta dan menguji kebenaran teori ekonomi. Terdapat tiga analisis dalam mempelajari ekonomi, yaitu ekonomi deskriptif, teori ekonomi, dan ekonomi terapan tersebut.
1. Ekonomi Deskriptif
Ekonomi Deskriptif (descriptive economics) menggambarkan keadaan yang sebenarnya wujud dalam perekonomian. Misalnya, krisis moneter dan krisis ekonomi yang terjadi pada tahun 1998 di Indonesia. Tugas utamanya mengumpulkan keterangan-keterangan faktual yang relevan dengan masalah ekonomi. Deskripsi masalah ekonomi menjadi rumit, berkaitan dengan fakta bahwa aspek manusia dipengaruhi oleh banyak faktor dalam perilakunya. Hal ini terjadi oleh karena dalam masyarakat, perubahan-perubahan yang terjadi, bersifat kompleks, dan tentunya tidak hanya dipengaruhi oleh variabel-variabel ekonomi saja.
2. Teori Ekonomi
Teori Ekonomi (economics theory) memberikan pandangan- pandangan yang menggambarkan sifat hubungan yang wujud dalam kegiatan ekonomi, dan ramalan tentang peristiwa yang terjadi apabila suatu keadaan yang mempengaruhinya mengalami perubahan. Tugas teori ekonomi adalah memberikan abstraksi dari kenyataan yang terjadi dalam perekonomian. Ekonomi bersifat kompleks, untuk itu perlu penyederhanaan dan abstrasksi yang dituangkan dalam teori.
Baca juga: Pengertian Ilmu Ekonomi Menurut Para Ahli
3. Ekonomi Terapan
Ekonomi terapan merupakan salah satu cabang ilmu ekonomi yang menelaah tentang kebijakan yang perlu dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang timbul dalam per ekonomian. Ekonomi terapan (applied economics) disebut juga ekonomi kebijakan, dengan mengambil konsep dalam teori ekonomi dicoba untuk menerapkannya dalam kebijakan ekonomi dengan tetap memperhatikan pada data dan fakta yang dikumpulkan oleh ekonomi deskriptif. Tujuan diterapkannya kebijakan ekonomi, antara lain:
- Mencapai pertumbuhan ekonomi yang pesat
- Menciptakan kestabilan harga
- Mengatasi masalah pengangguran, dan
- Mewujudkan distribusi pendapatan yang merata.
Metode-Metode Ilmu Ekonomi
Ilmu ekonomi secara sederhana merupakan upaya manusia untuk memenuhi kebutuhannya yang bersifat tidak terbatas dengan alat pemenuhan kebutuhan berupa barang dan jasa yang bersifat langka dan terbatas serta memiliki kegunaan yang alternatif. Untuk itu, cara pemenuhan kebutuhannya berkaitan dengan metode-metode dalam ilmu ekonomi tersebut. dapun metode yang digunakan dalam ilmu ekonomi menurut Chaurmain dan Prihatin (1994: 14-16), yaitu sebagai berikut:
1. Metode Induktif
Metode induktif, yaitu metode dimana suatu keputusan dilakukan dengan mengumpulkan semua data informasi yang ada dalam realitas kehidupan. Realita tersebut mencakup setiap unsur kehidupan yang dialami kehidupan, keluarga, masyarakat lokal yang mencoba mencari jalan pemecahan sehingga upaya pemenuhan kebutuhan tersebut dapat dikaji secermat mungkin. Sebagai contoh, upaya menghasilkan dan menyalurkan sumber daya ekonomi. Upaya tersebut dilakukan sedemikian rupa sampai diperoleh barang dan jasa yang dapat tersedia pada jumlah, harga, dan waktu yang tepat bagi pemenuhan kebutuhan tersebut. Untuk mencapai tujuan kebutuhan tersebut, diperlukan perencanaan yang ada dalam ilmu ekonomi berfungsi sebagai cara atau metode untuk menyusun daftar kebutuhan terhadap sejumlah barang dan jasa yang diperlukan masyarakat.
Baca juga: Ruang Lingkup Ilmu Ekonomi (Mikro dan Makro)
2. Metode Deduktif
Metode deduktif, yaitu metode ilmu ekonomi yang bekerja atas dasar hukum, ketentuan, atau prinsip umum yang sudah diuji kebenarannya. Dengan metode ini, ilmu ekonomi mencoba menetap kan cara pemecahan masalah sesuai dengan acuan, prinsip hukum, dan ketentuan yang ada dalam ilmu ekonomi. Misalnya, dalam ilmu ekonomi terdapat hukum yang mengemukakan bahwa jika persediaan barang dan jasa berkurang dalam masyarakat, sementara permintaannya tetap maka barang dan jasa akan naik hargany a. Bertolak dari hukumn ekonomi tersebut, para ahli ekonomi secara deduktif sudah dapat menentukan bahwa harus dijaga agar persediaan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat tersebut selalu dapat mencukupi dalam kuantitas dan kualitasnya. Buliding (1955: 12) menyebutnya sebagai metode eksperimen intelektual (the method of intellectual experiment).
3. Metode Matematika
Metode matematika, yaitu metode yang digunakan untuk memecahkan masalah-masalah ekonomi dengan cara pemecahan soal- 30al secara matematis. Maksudnya bahwa dalam matematika terdapat kebiasaan yang dimulai dengan pembahasan dalil-dalil. Melalui pembahasan dalil-dalil tersebut dapat dipastikan bahwa kajiannya dapat diterima secara umum.
4. Metode Statistika
Metode statistika, yaitu suatu metode pemecahan masalah ekonomi dengan cara pengumpulan, pengolahan, analisis, penafsiran, dan penyajian data dalam bentuk angka-angka secara statistik. Dari angka-angka yang disajikan, kemudian dapat diketahui permasalahan yang sesungguhnya. Sebagai contoh, pembahasan mengenai pengangguran. Dalam hal ini, dapat terlebih dahulu diidentifikasi unsur-unsur yang berkaitan dengan pengangguran, misalnya data perusahaan, data tenaga kerja yang terdidik atau kurang terdidik, jenis dan jumlah lapangan kerja yang tersedia, jumlah dan tingkat upah yang ditawarkan perusahaan, tempat perusahaan beroperasi, rata-rata tempat tinggal para calon pekerja.
Dari data yang terkumpul tersebut, seorang ahli ekonomi dapat menyusun analisis dan penafsiran data secara statistik yang berhubungan dengan pemecahan masalah pengangguran tersebut. Selanjutnya, dari angka tersebut dapat ditentukan cara yang tepat untuk membantu mengatasi masalah pengangguran secara akurat berdasarkan tafsiran peneliti terhad ap angka-angka yang disajikan statistik.

Komentar
Posting Komentar