Ruang Lingkup Ilmu Ekonomi (Mikro dan Makro)

Ruang Lingkup Ilmu Ekonomi (Mikro dan Makro) - Toko Ilmuu

Ruang Lingkup Ilmu Ekonomi

Ilmu ekonomi memiliki ruang lingkup mikro dan makro sehingga mudah untuk dipelajari. Keduanya memberikan batasan dan asumsi yang jelas. Sedangkan teori ekonomi adalah pandangan-pandangan yang menggambarkan sifat hubungan yang sebenarnya/nyata dalam kegiatan ekonomi dan ramalan peristiwa yang akan terjadi apabila suatu keadaan yang mempengaruhinya mengalami perubahan. Teori ekonomi dibagi menjadi dua, yaitu teori ekonomi mikro dan teori ekonomi makro.


1. Ekonomi Mikro

Secara sederhana, ekonomi mikro berarti ilmu ekonomi kecil karena mikro berasal dari bahasa Inggris yang berarti kecil. Ekonomi mikro adalah cabang dari ilmu ekongmi yang secara khusus membahaas perilaku individu dan perusahaan yang dihadapkan pada keterbatasan sumber daya. Ekonomi mikro lebih membahas kegiatan ekonomi dari perspektif individual, seperti individu sebagai seorang konsumen, individu dalam memanfaatkan faktor-faktor produksi, dan individu sebagai seorang produsen. Ruang Lingkup Ekonomi Mikro dan Ekonomi Makro

Sikap dan perilaku konsumen tercermin dalam menggunakan pendapatan yang diperolehnya, sedangkan sikap dan perilaku produsen tercermin dalam menawarkan barangnya. Jadi inti dalam ekonomi mikro adalah masalah penentuan harga, sehingga ekonomi mikro sering dinamakan dengan teori harga (price theory). Tujuan dan sasaran analisis ekonomi mikro lebih dititikberatkan kepada bagaimana membuat pilihan untuk: 

  • mewujudkan efisiensi dalam penggunaan sumber-sumber
  • mencapai kepuasan yang maksimum.

Baca juga: Pengertian Ilmu Ekonomi Menurut Para Ahli


2. Ekonomi Makro

Istilah "ekonomi makro" itu sendiri untuk pertama kali diperkenalkan oleh Ragnar Frisch pada tahun 1933, untuk diterapkan pada studi mengenai hubungan antar agregat ekonomi yang bersifat luas, seperti, pendapatan nasional, inflasi, pengangguran agregat, dan neraca pembayaran.

Ekonomi makro adalah cabang dari ilmu ekonomi yang mempelajari keseluruhan ekonomi dalam bentuk jumlah barang dan jasa yang diproduksi, total pendapatan yang dihasilkan, tingkat pengangguran, serta sifat-sifat umum harga barang. Ekonomi makro lebih digunakan untuk menganalisis masalah-masalah yang lebih general (umum), seperti analisis tentang kebijakan pemerintah mengenai stabilitas harga, pengangguran, pertumbuhan ekonomi, dan sebagainya.

Apabila yang dibicarakan masalah produsen maka yang dianalisis produsen secara keseluruhan. Demikian halnya, jika konsumen maka yang dianalisis adalah seluruh konsumen dalam mengalokasikan pendapatannya oleh perekonomian. Demikian juga dengan variabel permintaan, penawaran, perusahaan, harga, dan variabel lainnya.

Intinya, ekonomi makro menganalisis penentuan tingkat kegiatan ekonomi yang diukur dari pendapatan, sehingga ekonomi makro sering dinamakan sebagai teori pendapatan (income theory). Tujuan dan sasaran analisis ekonomi makro, antara lain: 

  • membahas masalah sisi permintaan agregat dalam menentukan tingkat kegiatan ekonomi, dan
  • pentingnya kebijakan dan campur tangan pemerintah untuk mewujudkan prestasi kegiatan ekonomi yang diinginkan. 

3. Perbedaan Ekonomi Mikro dan Ekonomi Makro

Pada kesempatan ini akan dibahas mengenai perbedaan antara ekonomi mikro dan ekonomi makro. Materi ini diulas untuk memudahkan Anda memahami konsep ekonomi mikro dan ekonomi makro. Untuk membedakan konsep ekonomi mikro dan ekonomi makro, kita akan lihat masing-masing analisis dari ekonomi mikro dan ekonomi makro.

a. Analisis Ekonomi Mikro

Analisis ekonomi mikro terdiri atas teori harga, teori produksi, dan teori distribusi. Hal tersebut dapat diuraikan sebagai berikut: 

  1. Teori harga, antara lain membahas proses pembentukan harga oleh interaksi antara penawaran dan permintaan akan suatu barang dan jasa di dalam suatu pasar, faktor-faktor yang memengaruhi perubahan permintaan dan penawaran, hubungan antara harga permintaan dan penawaran, bentuk-bentuk pasar dan sebagainya.
  2. Teori produksi, antara lain menganalisa masalah biaya produksi, tingkat produksi yang paling menguntungkan produsen, serta kombinasi faktor-faktor produksi yang harus dipilih oleh produsen agar tujuan untuk mencapai laba maksimum tercapai.
  3. Teori distribusi membahas faktor-faktor yang menentukan tingkat upah tenaga kerja, tingkat bunga yang harus dibayar karena penggunaan modal, dan tingkat keuntungan yang diperoleh para pengusaha.


b. Analisis Ekonomi Makro

Kebalikan dari ekonomi mikro, yaitu ekonomi makro menganalisis keadaan keseluruhan dari kegiatan perekonomian. Ekonomi makro tidak membahas kegiatan yang dilakukan oleh seorang produsen, seorang konsumen, atau seorang pemilik faktor produksi, tetapi pada keseluruhan tindakan para konsumen, para pengusaha, pemerintah, lembaga-lembaga keuangan, dan negara lain serta bagaimana pengaruh tidakan-tindakan tersebut terhadap perekonomian secara keseluruhan. Secara umum, ekonomi makro membahas: 

  • Pendapatan nasional, yakni keseluruhan pendapatan yang diperolebh oleh suatu negara dalam periode tertentu.
  • Kesempatan kerja, yakni menganalisis kondisi ketenagakerjaan yang bertujuan untuk meningkatkan kesempatan kerja dan mengurangi angka pengangguran.
  • Stabilitas harga, yakni mencegah lonjakan harga yang terlalu tajam/cepat yang dapat mengakibatkan inefisiensi dalam perekonomian.
  • Perdagangan internasional, di mana terjadi perdagangan antar negara berupa kegiatan ekspor dan impor yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan petumbuhan ekonomi nasional.

Ruang Lingkup Ekonomi Mikro dan Ekonomi Makro

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kumpulan Soal Pilihan Ganda dan Kunci Jawaban Administrasi Perkantoran Kelas X Evaluasi Bab 3 Manajemen Perkantoran

ASAS-ASAS MANAJEMEN PERKANTORAN SERTA KEKURANGAN DAN KELEBIHANNYA

Kumpulan Soal Pilihan Ganda dan Kunci Jawaban Buku Otomatisasi Tata Kelola Kepegawaian Kelas XI Evaluasi Bab 6 Sumpah/Janji Pegawai