Risiko serta Penyebab Kegagalan dan Keberhasilan Sebuah Usaha
Risiko Usaha
Apa yang dimaksud dengan risiko usaha? Bagaimana cara kita menekan risiko usaha? Risiko usaha merupakan naik turunnya usaha yang terjadi karena adanya ketidakpas tian. Risiko usaha yang terberat adalah kerugian hingga kebangkrutan, akibat melesetnya pencapaian dari target yang ditetapkan. Oleh sebab itu, setiap wirausaha harus memerhatikan juga risiko dari usaha yang akan atau sedang digelutinya. Bagaimanapun juga setiap usaha tentu ada sejumlah pengorbanan yang harus dikeluarkan wirausahawan.
Ada berbagai cara yang dapat digunakan untuk mengurangi risiko usaha. Salah satunya dengan ikut asuransi. Saat perusahaan membeli asuransi, risiko usaha dipindahkan ke perusahaan asuransi dengan membayar premi. Meskipun demikian, asuransi memiliki beberapa kelemahan yang perlu dipertimbangkan. Sudah selayaknya, seorang wirausaha memikirkan risiko yang dihadapi dan cara untuk menanggulangi resiko tersebut. Risiko usaha dapat diperkecil dengan mempertajam asumsi-asumsi dan melakukan evaluasi saat usaha tengah berjalan.
Ada banyak strategi yang bisa dibuat wirausahawan untuk mengurangi dampak risiko usaha.Wirausahawan yang baik harus memikirkan resiko yang dihadapi sebelum berwirausaha dan memikirkan cara untuk menanggulangi resiko tersebut. Untuk itu, mari kita bahas mengenai bermacam-macam risiko usaha.
a. Macam-Macam Risiko Usaha
Ada beraneka macam risiko usaha, menurut sifatnya, risiko terbagi menjadi beberapa macam, yaitu sebagai berikut.
1) Risiko Murni
Risiko nurni, yaitu risiko yang diakibatkan oleh hal-hal yang bukan disengaja, dan bukan akibat kesalahan pemilik usaha, karena kejadiannya di luar jangkauan-wirausahawan. Artinya, kerugian yang dialami wirausaha bisa permanen, tapi bisa juga hanya sementara waktu. Contohnya, sebuah penginapan mengalami kebakaran hingga menghanguskan penginapan tersebut. Hal ini membuat kerugian pada pemilik penginapan. Namun, apabila suatu saat sang pemilik penginapan membangun kembali penginapannya hingga beroperasi kembali, maka kerugian tersebut hanya untuk sementara waktu. Contoh lainnya, terjadinya bencana alam, dan pencurian.
2) Risiko Spekulatif
Risiko spekulatif adalah resiko yang sengaja ditimbulkan oleh yang bersangkutan agar memberikan keuntungan bagi pihak tertentu. Risiko spekulatif ini bisa menimbulkan dua peluang, yaitu peluang kerugian, dan juga peluang keuntungan. Contohnya, wirausaha membeli saham di bursa efek. Contoh lainnya utang piutang, dan perdagangan berjangka.
3) Risiko Fundamental
Risiko fundamental adalah risiko yang penyebabnya tidak dapat dilimpahkan kepada seseorang dan yang menderita cukup banyak. Risiko ini bisa terjadi karena sifat masyarakat tempat kita hidup, dan bisa juga akibat peristiwa-peristiwa di luar kehendak manusia, seperti banjir, angin topan, dan bencana alam lainnya.
Baca Juga: Ciri-Ciri dan Unsur-Unsur Peluang Usaha
b. Langkah-Langkah Mengidentifikasi Risiko Usaha
Ada baiknya sebelum kita memulai sebuah usaha, mengidentihkasi terlebih dahulu risiko yang akan timbul dari usaha tersebut. Ada banyak cara dalam mengidentifikasi risiko usaha. Semua upaya tersebut menjadi faktor yang dapat membantu kita dalam mengembangkan usaha. Adapun upaya-upaya yang dapat dilakukan dalam mengidentifikasi risiko usaha, sebagai berikut.
- Identifikasi (buat daftar) setiap risiko yang mungkin terjadi.
- Lakukan analisis dan rangking atau urutkan sesuai dengan besarnya dampak kerugian yang akan ditimbulkannya.
- Tentukan uapaya-upaya untuk mengatasinya sesuai dengan urutan yang ada.
- Lakukan upaya tersebut sesuai pilihan skenario yang telah dibuat.
- Lakukan evaluasi.
Dengan melakukan, langkah-langkah identifikasi risiko usaha, sedikitnya seorang wirausaha sudah melakukan hal yang tepat agar terhindar dari kerugian besar.
Penyebab Kegagalan dan Keberhasilan Sebuah Usaha
Sebelum merintis usaha baru, ada baiknya calon wirausahawan mengetahui faktor-faktor keberhasilan dan kegagalan usaha yang akan di tekuninya. Dengan mengetahui faktor keberhasilan dan kegagalan usaha, maka calon pengusaha dapat membuat suatu rencana untuk mengantisipasi dan menindaklanjuti apabila terjadi hal-hal di luar perencanaan awal.
Pada dasarnya keberhasilan maupun kegagalan berwirausaha sangat tergantung pada kemampuan pribadi wirausaha itu sendiri. Meskipun demikian ada faktor-faktor lainnya yang harus diketahui wirausaha agar usaha yang dijalankannya berhasil. Menurut W. Keith Schilit, ada 8 hal yang membuat usaha meraih kesuksesan, yaitu sebagai berikut.
- Peluang pasar yang baik
- Keunggulan persaingan
- Kualitas barang/jasa
- Inovasi yang berproses
- Dasar budaya perusahaan
- Menghargai pelanggan dan pegawai
- Manajemen yang berkualitas
- Dukungan modal yang kuat
Adapun faktor-faktor yang dapat memicu kegagalan dalam menjalankan usaha, antara lain sebagai berikut.
a. Tidak memiliki kompetensi manajerial
Seorang wirausaha tidak memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam menjalankan usaha. Hal ini menjadi faktor penyebab utama.
b. Gagal dalam perencanaan
Seorang wirausaha tidak mampu membuat perencanaan yang matang. Padahal, perencanaan merupakan titik awal sebuah usaha, sehingga apabila perencanaan gagal, aka sulit melakukan pelaksanaan.
Baca Juga: FAKTOR KEGAGALAN WIRAUSAHA YANG HARUS KAMU HINDARI
c. Kegagalan melakukan riset pasar
Seorang wirausaha tidak mampu melakukan riset pasar dengan baik, sehingga meleset dari target yang ditetapkan.
d. Bersikap pasif
Seorang wirausaha tidak aktif melakukan kegiatan yang seharusnya dilakukan, seperti aktif mempromosikan barang atau jasanya, aktif melakukan inovasi terhadap barang maupun jasa, dan aktif menjemput bola. Sikap pasif apalagi malas dapat membuat kegagalan dalam berwirausaha.
e. Miskin memanage waktu
Hal ini juga dapat menyebabkan kegagalan berwirausaha. Seorang Wirausaha yang baik, harus dapat mengelola waktunya dengan baik demi kelangsungan usahanya.
f. Tidak bisa mengelola keuangan
Bagi seorang wirausaha kemampuan mengelola keuangan sangat aperlukan. Seorang wirausaha harus memiliki kemampuan mengelola aliran kas, mengatur pengeluaran dan penerimaan, dan dapat mengikuti filosofi 80 persen untuk usaha, 20 persen untuk kebutuhan sendiri.
g. Menghabiskan terlalu banyak modal
Hal ini juga dapat membuat usaha yang dijalankan mengalami kebangkrutan.

Komentar
Posting Komentar