Strategi Mengatasi Kelangkaan Sumber Daya
Strategi Mengatasi Kelangkaan Sumber Daya
Usaha-usaha/strategi dalam upaya mengatasi kelangkaan sumber- daya dikelompokkan menjadi 2 cara, yaitu menyusun skala prioritas kebutuhan serta berlaku arif dan bijaksana dalam memanfaatkan sumberdaya.
1. Menyusun Skala Prioritas Kebutuhan
Skala prioritas kebutuhan adalah suatu daftar tentang berbagai macam kebutuhan hidup yang disusun berdasarkan kepentingannya, dari yang paling penting dan mendesak, dapat ditunda pemenuhannya hingga tidak perlu dipenuhi. Dalam menyusun skala prioritas kebutuhan terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu sebagai berikut:
a. Tingkat Urgensi
Tingkat urgensi, yaitu bagaimana di dalam menentukan pilihan, mana yang harus didahulukan, dan perlu dipertimbangkan seberapa jauh tingkat kepentingan hal tersebut. Sebagai contoh: Ada seorang pelajar yang akan menghadapi ujian, pada malam sebelum hari ujian, ia akan belajar, namun tiba-tiba lampu kamar mati dan dia juga belum membeli pensil, manakah yang lebih penting dari lampu belajar atau membeli pensil? Dalam kasus ini, hal yang diutamakan adalah membeli lampu kamar sebagai sarana penerangan belajar, sedangkan alat tulis bisa meminjam kakak atau adik terlebih dahulu.
Baca juga: Pengertian Kebutuhan, Jenis-Jenis, Serta Alat dan Sarana Pemuas Kebutuhan
b. Kesempatan yang Dimiliki
Pertimbangan kedua adalah jika suatu kebutuhan hanya dibutuhkan pada saat itu saja, maka perlu didahulukan. Misalkan dalam suatu kondisi darurat, keselamatan atau kesehatan merupakan hal yang paling diutamakan. Demi kesembuhan dan kesehatan maka obat merupakan kebutuhan nomor satu dan yang paling utama untuk didahulukan dibandingkan hal lainnya yang bisa ditunda dan dikesampingkan terlebih dahulu.
c. Pertimbangan Masa Depan
Pertimbangan ketiga adalah bagaimana jika dalam menghadapi pilihan yang sulit, faktor masa depan juga perlu dipertimbangkan. Sebagai contoh: Ada berbagai pilihan bidang les yang ingin kita ikuti, tetapi karena keterbatasan suatu hal maka kita harus menentukan salah satu dan tidak bisa memilih keduanya, manakah yang harus kita pilih? Dalam hal ini, kita harus mempertimbangkan mana yang paling bermanfaat bagi masa depan kita? Matematika atau Bahasa Inggris? Kedua hal tersebut semuanya penting, namun mengutamakan Bahasa Inggris merupakan pilihan yang paling tepat, sebab kegunaan Bahasa Inggris di masa yang akan datang lebih luas dibandingkan dengan Matematika. Ini adalah salah satu pilihan yang didasarkan dengan kebutuhan untuk masa depan.
d. Kemampuan Diri
Hal terakhir yang bisa menjadi bahan pertimbangan dalam penentuan skala prioritas adalah berawal dari sifat manusia yang mempunyai banyak keinginan dan selalu merasa tidak puas, namun ada hambatan karena keterbatasan kemampuan, baik dari segi ekonomi maupun yang lain. Maka perlu dipertimbangkan pula berdasarkan kemampuan yang dimiliki, baik dari segi materi maupun nonmateri agar pilihan yang diambil bisa tepat sesuai kemampuan. Sebagai contoh: Di zaman sekarang ini, persaingan hidup di kota besar sangatlah ketat dan memaksa manusia untuk saling berlomba agar tidak tertinggal dengan yang lain. Dalam kondisi kesemrawutan ini, kadang muncul persaingan yang tidak sehat, berusaha memaksakan diri agar bisa sama dengan orang lain tanpa mempertimbangkan kemampuan diri, akibatnya belum tentu akan bertahan lama, bisa saja malah semakin menderita dikarenakan keterbatasan yang dimiliki.
Baca juga: Kelangkaan Sumber Daya Ekonomi
2. Berlaku Arif dan Bijaksana dalam Memanfaatkan Sumber Daya
Berlaku arif dan bijaksana dalam memanfaatkan sumber daya bisa diterapkan dengan melakukan usaha-usaha berikut.
- Memanfaatkan sumber daya alam secara efisien dan efektif serta menggali yang belum terangkat. Kegiatan ini perlu dilakukan agar sumberdaya yang ada tidak cepat rusak atau punah dan yang baru dapat dimanfaatkan secara optimal. Contohnya: memperbaiki barang yang rusak.
- Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan keterampilan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Melalui kegiatan ini diharapkan terbentuk tenaga-tenaga terampil dan ahli di bidang sehingga dapat memaksimalkan kegunaan sumber daya. Misalnya, menyelenggarakan kursus menjahit dan pelatihaan montir.
- Mengelola dan mendayagunakan sumber modal secara tepat guna. Pengelolaan sumber daya modal secara tepat guna akan membuat seseorang mampu mengatur penghasillannya dengan benar. Bagi pengusaha, ia bisa mengefisienkan biaya operasional sehingga keuntungan yang diperoleh pun maksimal.
%20(1)%20(1).jpg)
Komentar
Posting Komentar